International Physics Olympiad 2016    

International Physics Olympiad 2016

Pada International Physics Olympiad (IPhO) 2016  yang diselenggarakan di Switzerland, Raymon Ho meraih medali Perak.

Olimpiade 2016 IMO    

Olimpiade 2016 IMO

Stevans Christian meraih prestasi gemilang mendapatkan medali perunggu pada International Mathematical Olympiad (IMO) yang diselenggarakan di Hong Kong.

OSN 2015    

OSN 2015

Siswa SMA Kristen Petra 2 meraih 2 Emas dan 2 Perak pada Olimpiade Sains Nasional 2015

IOI 2015    

IOI 2015

Agus Sentosa Hermawan meraih medali perak dalam ajang International Olympiad in Informatics (IOI) 2015

IOAA 2015    

IOAA 2015

Gunawan Setiawan meraih medali perak pada ajang International Olympiad Astronomy and Astrophysic (IOAA) 2015

ICHO 2015    

ICHO 2015

Kevin Liyanto meraih medali perunggu dalam ajang International Chemistry Olympiad (IChO) 2015

Gedung SMA Kristen Petra 2    

Gedung SMA Kristen Petra 2

Proses belajar mengajar dilaksanakan di tempat ini.

Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2012 JoomlaWorks Ltd.

Medical Science and Application Competition (Medspin)
Universitas Airlangga

Saya, Adriel Hernando (XII IPA 3) bersama Amelia Gunawan (XII IPA 1) dan Raymond Ho (XII IPA 2) pada tanggal 8 November 2015 mengikuti penyisihan lomba Medical Science and Application Competition (Medspin) fakultas kedokteran Universitas Airlangga.

Kelompok kami mengikuti penyisihan di rayon Bandung dikarenakan jadwal penyisihan berbenturan dengan jadwal pelatnas. Puji Tuhan, setelah menunggu hasil penyisihan, kelompok kami dinyatakan lolos ke babak quarterfinal dan mendapatkan predikat best score subregion Bandung. Babak quarterfinal dilaksanakan pada tanggal 21 November 2015 di fakultas kedokteran Universitas Airlangga yang dihadiri oleh 125 tim terpilih dari sekitar 5400 tim yang mendaftar. Babak quarterfinal merupakan babak rally dimana terdapat 25 pos soal biologi, fisika, kimia, dan kedokteran selama 100 menit. Kelompok kami dinyatakan lolos ke babak semifinal yang terdiri dari 50 tim. Babak semifinal terdapat 2 sesi, yaitu sesi teori dan sesi praktikum. Pada sesi teori diujikan 30 soal biologi, fisika, kimia yang diberi waktu 5 menit per soal. Setelah selesai mengerjakan sesi teori, kami diarahkan menuju ruang praktikum kedokteran. Praktikum yang diujikan adalah identifikasi anatomi dan histologi sel, terdapat 25 soal anatomi dan 25 soal histologi yang pengerjaannya bergilir dari 1 soal ke soal berikutnya dan hanya diberi waktu 1 menit per soal. Kelompok kami berhasil lolos ke babak final yang diambil 15 dari 50 tim. Babak final diadakan pada tanggal 22 November 2015, babak final juga terdiri dari sesi teori dan sesi praktikum. Sesi teori berupa essay panjang 9 soal terdiri dari biologi, fisika, kimia selama 30 menit. Sesi praktikum ada 2 yaitu praktikum biologi, fisika, dan kimia serta praktikum kedokteran yaitu pertolongan pertama gawat darurat dan keterampilan medis pemeriksaan visus mata. Kelompok kami sempat khawatir berharap-harap cemas karena hanya akan diambil 5 team menuju grand final. Puji Tuhan, kelompok kami dapat masuk grand final sebagai peringkat ke 5. Babak grand final terdiri dari 2 sesi, sesi pertama yaitu diagnosa pasien dan melakukan anamnesis pasien, setelah itu dilanjutkan dengan presentasi suatu penyakit yang diderita pasien. Sesi 2 yaitu cepat tepat biologi, fisika, kimia, dan kedokteran. Kami berharap-harap cemas dan berdoa apakah berhasil menjadi salah satu pemenang dalam lomba ini.

Saat pengumumanpun tiba dan kami dibuat terkejut karena berhasil meraih juara 1 sekaligus memperoleh Trophy Mendiknas dalam Medspin 2015. Sungguh hal yang tidak terduga, kami bersyukur kepada Tuhan dan juga berterima kasih kepada bapak-ibu guru yang juga selalu mendukung kami.

MEDSPIN.jpgMEDSPIN2.jpg

Trinity College Essay Writing Competition

Trinity College, University of Melbourne adalah universitas ranking 1 di Australia. Setiap tahun Trinity College mengadakan acara Trinity College Young Leaders Program, agar anak SMA dari seluruh dunia bisa merasakan bagaimana rasanya kuliah di Trinity College. Untuk peserta dari Indonesia dan Fillipina, ada kesempatan untuk mendapatkan beasiswa pada acara ini senilai 100% atau AUD$3400 dan 50$ atau AUD$1700 dengan mengikuti Essay Writing Competition 2015.

Untuk mengikuti lomba ini, kita harus menulis esai 500 kata dalam Bahasa Inggris dengan tema “Is technology our enemy or our friend? Illustrate your answer with one example of any invention, new process or discovery during the last 120 years.”

Saya memutuskan untuk menulis esai dengan judul “The Dark Side of Technology” dengan tujuan, pembaca bisa mengetahui, meskipun teknologi memberikan banyak manfaat bagi kita, tetapi ada suatu sisi buruk dari teknologi itu sendiri, teknologi memiliki banyak dampak negatif yang tidak mudah untuk ditangani. Saya memberi contoh mengenai polusi industri, pencemaran air, bahaya nuklir, rekayasa genetika, dan kongkalikong antara pemerintah dengan technocrats. Di akhir esai saya menuliskan mengenai sikap apa yang seharusnya kita miliki agar kita bisa mengurangi dampak-dampak negatif dari teknologi.

Saya memang memiliki hobi menulis, tetapi ini pertama kalinya saya menulis esai, sehingga pada awalmya saya kebingungan mengenai struktur penulisan esai. Akhirnya setelah banyak melakukan research dan bertanya pada guru di sekolah, saya mendapat pencerahan.

Deadline pengumpulan esai pada 30 September 2015 dan pengumuman pemenang seharusnya pada 7 November 2015 di Jakarta. Tapi ternyata, karena pemenang lomba ini berasal dari Surabaya, Award Ceremony juga diadakan di Surabaya, tepatnya di Ciputra World Hotel pada 9 November 2015.

Sebelum Award Ceremony ini berlangsung, diadakan Drama Workshop oleh Ms. Jo Wilson. Pada acara ini saya juga mendapat banyak teman baru. Selanjutnya adalah Information Seminar mengenai Trinity College oleh Ms. Cindy Candra, selaku Marketing & Admission Manager. Setelah Ms. Cindy selesai presentasi, baru setelah itu Award Ceremony dimulai.

Sejujurnya saya agak pesimis, karena saya merasa masih amatir dalam segi penulisan esai. Saya hanya berdoa dan percaya bahwa Tuhan punya rencana yang terbaik. Total ada 500 peserta dari 70 sekolah di seluruh Indonesia yang mengikuti lomba ini. Nama-nama disebutkan, mulai dari penghargaan peserta, penghargaan esai bagus, hingga nama 5 orang yang mendapatkan beasiswa untuk Trinity College Young Leaders Program sebanyak 50%. Nama saya belum juga disebutkan. Hingga 4 nama pemenang beasiswa 100%, nama saya masih belum disebutkan. Tinggal pemenang juara 1 atau Best Essay of The Year. Dan akhirnya nama saya disebutkan. Saya sangat tidak menyangka hal ini dan air mata pun keluar dari mata saya.

Saya merasa sangat bahagia, karena ini pertama kalinya tulisan saya dihargai dan dengan memenangkan lomba ini saya bisa membanggakan orang tua saya. Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan yang terus menyertai saya, orang tua yang tidak pernah berhenti mendukung saya, serta guru-guru dan teman-teman yang terus men-support saya. Saya berjanji untuk terus menulis agar suatu hari nanti saya bisa menjadi penulis professional.

 

Debora-2.jpgDebora.jpg

Three Victories in A Row!

Satu bulan ini merupakan bulan yang sangat sibuk bagi kami. Selain harus belajar untuk persiapan UAS, ada beberapa lomba debat Bahasa Inggris yang kebetulan diadakan dalam waktu yang berdekatan. Meskipun begitu, kami memutuskan untuk tetap mengikuti semuanya karena menurut kami sayang sekali bila melewatkan kesempatan yang ada.

Lomba pertama yang diadakan oleh Canadian English Course (CEC) dengan sistem debat Asian Parliamentary berlangsung cukup lama. Babak Penyisihan diadakan pada bulan Oktober, dan grand finalnya pada tanggal 1 November 2015. Persiapan lomba yang sangat berat di samping mengerjakan tugas sekolah tidak membuat kami putus asa. Syukur kepada Tuhan, kami berhasil maju hingga babak final dan memenangkan juara 1 (Vinski Claresta Gunadi kelas XI IPA 3, Nicholas Christianto Wijaya kelas XI IPA 5, Charaqua Vania Rawiadji kelas XI IPA 3.). Piala bergilir yang sempat direbut oleh sekolah lain akhirnya kembali ke SMA Kristen Petra 2. Kami sangat kagum saat melihat pialanya yang bahkan lebih tinggi daripada kami semua.

Lomba kedua diselenggarakan pada tanggal 8 November 2015 oleh Universitas Negeri Surabaya. Kami sempat tidak yakin untuk mengikutinya karena sistem debat yang berbeda dari yang kami ikuti sebelumnya, yaitu British Parliamentary dimana 1 tim hanya terdiri dari 2 orang saja. Kami bahkan tidak pernah berlatih menggunakan sistem BP. Namun, kami berdoa dan memohon pertolongan Tuhan. Babak demi babak kami lewati, tak terduga kami sampai di babak final, melawan tiga tim lain. Kami sempat pesimis karena tim-tim lain adalah tim yang tangguh dan sudah pernah mengalahkan kami di lomba lain sebelumnya. Namun syukurlah, Tuhan mengijinkan kami untuk merebut juara 2 (Charaqua Vania Rawiadji, Vinski Claresta Gunadi).

Lomba ketiga berlangsung pada minggu berikutnya, 14-15 November 2015, dan diadakan oleh Universitas Widya Kartika dengan sistem Asian Parliamentary. Pada Babak Penyisihan kami sempat kalah pada ronde pertama. Hal ini membuat kami takut tidak lolos. Namun kami berserah kepada Tuhan dan berhasil melalui babak-babak berikutnya dengan baik. Ternyata, kami diijinkan lolos ke babak final dengan skor tertinggi. Babak final sangat menegangkan. Debat mengenai Pahlawan Nasional berlangsung sangat sengit dengan hasil akhir 3 juri dari 5 juri memenangkan kami. Kami sungguh bersyukur dapat menjadi juara 1 (Vinski Claresta Gunadi, Charaqua Vania Rawiadji, Nicholas Christianto Wijaya) dan Charaqua bahkan merebut gelar Best Speaker dari semua peserta.

Kemenangan demi kemenangan kami selama ini tak mungkin kami raih tanpa pertolongan Tuhan sungguh tidak mengira memperoleh 3 kemenangan dalam 1 bulan. Rahasia kami untuk menang adalah selalu berlatih, optimis, dan berdoa sebelum dan setelah mengikuti babak demi babak. Kami mempersembahkan kemenangan kami untuk kemuliaan nama Tuhan, SMA Kristen Petra 2, Pelatih, Pembina kami (Ibu Mulyati Dewi), dan keluarga kami yang selalu setia mendukung.

Debat-SEDC.jpgPiala-15m.jpg

Veterinary Olympiad Universitas Airlangga

Pada hari Sabtu 3 Oktober 2015, tim kami yang terdiri dari Amelia Gunawan (XII IPA 1), Varianto Angga (XII IPA 2), dan saya Adriel Hernando (XII IPA 3) mengikuti lomba Veterinary Olympiad (Venol) yang diadakan oleh fakultas kedokteran hewan Universitas Airlangga. Kami mengikuti babak penyisihan online di sekolah dan mengerjakan soal-soal materi matematika, fisika, kimia, biologi, dan kedokteran hewan. Keesokan harinya, ketika diumum,tim kami merupakan salah satu dari 50 tim yang lolos ke babak semifinal.

Pada hari Sabtu 10 Oktober 2015, kami mengikuti babak semifinal di fakultas kedokteran hewan Universitas Airlangga. Babak semifinal terdiri dari 2 babak yaitu test tulis dan babak rally. Babak test tulis diberi waktu 2 jam dengan materi yang diujikan sama seperti babak penyisihan. Sedangkan pada babak rally, disediakan 13 pos yang berisi soal-soal biologi dan kedokteran hewan. Pada sore hari, diumumkanlah tim yang akan lolos ke babak final keesokan harinya. Tim kami berhasil mendapat peringkat 2 dalam semifinal dan lanjut ke babak final beserta 14 tim yang lain. Setelah itu kami mendapatkan briefing untuk babak final.Pada babak final kami diuji membuat ppt presentasi mengenai tema yang telah ditentukan. Tim kami mendapatkan tema Colibacillosis dan ppt tersebut harus disubmit sebelum jam yang ditentukan. Pada hari Minggu 11 Oktober 2015, tim kami mengikuti babak final yang terdiri dari 3 babak yaitu babak presentasi, babak praktikum 1, dan babak praktikum 2. Pada saat presentasi, tim kami mengalami kesulitan ketika sesi tanya jawab dengan dosen karena kurangnya wawasan kami. Kemudian dilanjutkan dengan sesi praktikum 1 yaitu pewarnaan sederhana bakteri. Sedangkan pada sesi praktikum 2, kami melakukan pengamatan mikroskopik dari ektoparasit Sarcoptes dan Demodex sp. dengan cara mengambil kulit yang terinfeksi dari kelinci hidup. Lalu pada siang hari, diumumkanlah 5 dari 15 tim yang lolos ke babak grand final. Puji Tuhan, tim kami dapat lolos ke babak grand final. Babak grand final terdiri dari 5 babak yaitu 3 babak cepat tepat, 1 babak praktikum, dan 1 babak identifikasi penyakit. Babak cepat tepat berlangsung cukup lancar. Pada babak praktikum, disediakan 3 bahan yang berbeda yaitu identifikasi bagian jantung, identifikasi dari organ, dan identifikasi spesies lalat. Sedangkan babak terakhir, kami diberi clue mengenai ciri-ciri suatu penyakit dan harus menebaknya dan memberi penjelasan dan adu argumen dengan juri. Kami sempat pesimis karena merasa kurang dapat mengerjakan babak demi babak dengan baik karena soal-soal yang sangat menjurus ke kedokteran hewan.

Pada malam hari ketika dibacakan tim pemenang, kami begitu nervous apakah dapat menjadi juara. Dan puji Tuhan ternyata tim kami mendapatkan juara 1. Kami begitu senang dan berterimakasih atas berkat Tuhan dan juga guru-guru yang telah mendukung kami.

Meraih Piala Presiden Olimpiade Matematika Vektor

Pada tanggal 25 Oktober 2015, SMA Kristen Petra 2 kembali mengukir prestasi di ajang lomba Olimpiade Matematika Vektor Nasional (OMVN) yang diadakan oleh Universitas Negeri Malang. Perlombaan dibagi menjadi 3 bagian: babak penyisihan, semi- final, dan final. Babak penyisihan dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2015, yang diikuti oleh Jeremiah Benny Susanto dan Stevans Christian dari kelas XII A-5 sebagai perwakilan SMA Kristen Petra 2.

Babak penyisihan dilaksanakan di Insitut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dengan Stevans mendaftar untuk lomba perorangan dan beregu, serta Jeremiah mendaftar kategori beregu. Pada babak penyisihan disajikan 18 soal dan kami dapat mengerjakan dengan lancar kemudian dilanjutkan dengan babak semi-final dan final yang dilaksanakan di Universitas Negeri Malang pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2015.

Setelah melalui babak penyisihan dan semi-final, kami berhasil lolos sebagai peringkat 2 babak semi final dan berhak maju ke babak final. Pada babak final ini lomba dibagi menjadi 3 bagian yaitu babak jawab, cepat-cepat, dan pertaruhan. Pada babak jawab kami mendapat 5 soal, pada babak cerdas cermat sistem lombanya “bobot nilai bertingkat” sedangkan pada babak terakhir yaitu babak pertaruhan setiap peserta babak final wajib mempertaruhkan nilainya, jika benar maka kami mendapat tambahan nilai sesuai nilai yang kami pertaruhkan demikian halnya jika salah.

Untuk mengejar ketertinggalan skor dari kelompok lain kami mempertaruhkan seluruh skor dalam babak ini sebanyak 2 kali. Dan ternyata strategi kami berhasil sehingga nilai kami mengungguli finalis lainnya. Puji Tuhan, kami berhasil meraih juara 1 dalam kategori kelompok dengan cara yang sangat menegangkan. Selain itu, Stevans berhasil meraih juara 2 untuk kategori perorangan sehingga kami berhasil mendapat piala Presiden sebagai juara umum untuk kelompok SMA.Terima kasih untuk dukungan orang tua dan bapak ibu guru kami.

olimp-mat-vektor.jpg

boost the values reap the success