International Physics Olympiad 2016    

International Physics Olympiad 2016

Pada International Physics Olympiad (IPhO) 2016  yang diselenggarakan di Switzerland, Raymon Ho meraih medali Perak.

Olimpiade 2016 IMO    

Olimpiade 2016 IMO

Stevans Christian meraih prestasi gemilang mendapatkan medali perunggu pada International Mathematical Olympiad (IMO) yang diselenggarakan di Hong Kong.

OSN 2015    

OSN 2015

Siswa SMA Kristen Petra 2 meraih 2 Emas dan 2 Perak pada Olimpiade Sains Nasional 2015

IOI 2015    

IOI 2015

Agus Sentosa Hermawan meraih medali perak dalam ajang International Olympiad in Informatics (IOI) 2015

IOAA 2015    

IOAA 2015

Gunawan Setiawan meraih medali perak pada ajang International Olympiad Astronomy and Astrophysic (IOAA) 2015

ICHO 2015    

ICHO 2015

Kevin Liyanto meraih medali perunggu dalam ajang International Chemistry Olympiad (IChO) 2015

Gedung SMA Kristen Petra 2    

Gedung SMA Kristen Petra 2

Proses belajar mengajar dilaksanakan di tempat ini.

Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2012 JoomlaWorks Ltd.

International Olympiad Astronomy and Astrophysics (IOAA)

Tahun ini saya Gunawan Setiawan dari SMA Kristen Petra 2 berhasil lolos menjadi salah satu wakil Indonesia dalam International Olympiad Astronomy and Astrophysics yang dilaksanakan di Indonesia tepatnya di magelang jawa tengah sebagai tuan rumah Indonesia cukup diuntungkan karena dapat mengirim 2 tim (main dan guest). Hari pertama tanggal 26 Juli, karena sebelumnya tim Indonesia sudah melakukan pelatihan di hotel yang sama dengan hotel tempat diselenggarakannya IOAA, maka kami hanya perlu memindahkan barang bawaan kami ke kamar yang sudah ditentukan. Tim main akan sekamar dengan tim dari Pakistan sedangkan tim guest akan sekamar dengan tim dari Rusia.

Semua peserta diperbolehkan untuk menggunakan teleskop yang akan dipakai dalam ronde tes observasi. Siangnya diadakan fun games berupa permainan tradisional dari Indonesia seperti egrang, tarik tambang.

Besok paginya kami diberikan teleskop rakitan kecil dan diharuskan merakit teleskop tersebut dalam waktu 2 jam. Teleskop kecil ini akan digunakan dalam salah satu tes observasi. Malamnya tes observasi pun dimulai, cuaca tidak begitu baik sehingga tidak banyak bintang yang terlihat. Yang terlihat jelas hanyalah bulan oleh karena itu tim Indonesia mulai mempelajari mengenai kawah-kawah di bulan. Tes pun dimulai, tes ini mengharuskan kita untuk meneropong bulan menggunakan teleskop spica, walaupun saya sudah mempelajari mengenai kawah-kawah bulan sebelumnya, tetap saja saya tidak bisa menjawab soalnya dengan tepat karena gambar yang diberikan cukup berbeda dengan yang biasanya saya pelajari. Dari sana saya mulai gugup dan berdampak pada soal kedua saya (naked eye observation) karena saya salah dalam menetukan arah mata angin yang sangat penting sekali.

Hari ketiga, kami diundang oleh SMA Taruna Nusantara. Di sana kami disambut dengan marching band dan pertunjukan wayang dari siswa siswi Taruna Nusantara. Setelah dari Taruna Nusantara, kami diajak ke Borobudur, karena matahari sangat terik, kami tim Indonesia memutuskan untuk tidak ikut naik ke candi Bororbudur. Kami melakukan ini dengan pertimbangan bahwa malamnya kami masih akan melakukan tes observasi. Tes hari kedua, kami dajak ke Borobudur lagi, di sini kami akan menjalani tes observasi yang dibagi menjadi planetarium dan main telescope. Planetarium berbentuk kubah kecil yang nantinya akan diisi sekitar 15 siswa ditambah 2 juri. Saya berusaha melupakan kegagalan di tes hari pertama saya, tapi sayangnya di tes yang ini justru menurut saya semakin hancur. Saya hanya bisa berharap pada babak main telescope. Ternyata karena cuacanya tidak mendukung sehingga main telescope pun dibatalkan. Tim Indonesia sangat kecewa, karena kami merasa bahwa kami telah terbiasa melihat langit malam di Indonesia di mana ini merupakan salah satu keuntungan kami.

Hari keempat, merupakan tes teori yang diadakan di Taruna Nusanta. Tesnya terdiri dari 15 soal pendek dan 3 soal panjang dalam waktu 5 jam. Tesnya sangat sulit terutama pada bagian soal panjang. Hari kelima, diadakan tes analisis data, terdiri dari 2 soal dalam waktu 4 jam. Pada tes ini saya cukup percaya diri karena saya bisa mengerjakan soal yang menurut teman-teman saya susah.

Pada team competition kami berlomba dalam tim di mana kita harus mengukur ketinggian sudut dari stupa borobudur dan memprediksi bintang apakah yang akan melintasi stupa tersebut pada waktu yang telah ditentukan. Di sini kami tidak terlalu serius karena tidak mempengaruhi penilaian individu kami

Hari keenam, kami bertemu dengan tim leader kami, tim leader kami memberitahukan nilai data analsis kami.walaupun di soal yang menurut teman-teman susah saya mendapat full score, tapi di soal yang mudah justru nilai saya rendah. Hal ini membuat saya sedikit kecewa, tapi sekaligus memeberikan sedikit harapan kepada saya.

Hari ketujuh, kami diajak mengunjungi museum manusia purba di sangiran. Malamnya adalah upacara penutupan sekaligus pembacaan medali. Yang pertama dibacakan adalah honorable mention kemudian perunggu, perak dan emas. Ketika medali perunggu selesai dibacakan, saya cukup lega karena nama saya tidak dibacakan, sebelumnya tim leader saya telah mengatakan bahwa tim Indonesia semuanya mendapatkan medali. Dan akhirnya nama saya dibacakan sebagai pemenang medali perak.

Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan yang maha esa, karena telah memberkati saya sehingga bisa mendapat medali perak di ajang internasional ini. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada orang tua, puslitbang PPPK Petra, dosen pengajar, guru-guru, para senior, dan teman-teman yang telah membantu saya.

ioaa1.jpgioaa2.jpgioaa3.jpg

boost the values reap the success