International Physics Olympiad 2016    

International Physics Olympiad 2016

Pada International Physics Olympiad (IPhO) 2016  yang diselenggarakan di Switzerland, Raymon Ho meraih medali Perak.

Olimpiade 2016 IMO    

Olimpiade 2016 IMO

Stevans Christian meraih prestasi gemilang mendapatkan medali perunggu pada International Mathematical Olympiad (IMO) yang diselenggarakan di Hong Kong.

OSN 2015    

OSN 2015

Siswa SMA Kristen Petra 2 meraih 2 Emas dan 2 Perak pada Olimpiade Sains Nasional 2015

IOI 2015    

IOI 2015

Agus Sentosa Hermawan meraih medali perak dalam ajang International Olympiad in Informatics (IOI) 2015

IOAA 2015    

IOAA 2015

Gunawan Setiawan meraih medali perak pada ajang International Olympiad Astronomy and Astrophysic (IOAA) 2015

ICHO 2015    

ICHO 2015

Kevin Liyanto meraih medali perunggu dalam ajang International Chemistry Olympiad (IChO) 2015

Gedung SMA Kristen Petra 2    

Gedung SMA Kristen Petra 2

Proses belajar mengajar dilaksanakan di tempat ini.

Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2012 JoomlaWorks Ltd.

Trinity College Essay Writing Competition

Trinity College, University of Melbourne adalah universitas ranking 1 di Australia. Setiap tahun Trinity College mengadakan acara Trinity College Young Leaders Program, agar anak SMA dari seluruh dunia bisa merasakan bagaimana rasanya kuliah di Trinity College. Untuk peserta dari Indonesia dan Fillipina, ada kesempatan untuk mendapatkan beasiswa pada acara ini senilai 100% atau AUD$3400 dan 50$ atau AUD$1700 dengan mengikuti Essay Writing Competition 2015.

Untuk mengikuti lomba ini, kita harus menulis esai 500 kata dalam Bahasa Inggris dengan tema “Is technology our enemy or our friend? Illustrate your answer with one example of any invention, new process or discovery during the last 120 years.”

Saya memutuskan untuk menulis esai dengan judul “The Dark Side of Technology” dengan tujuan, pembaca bisa mengetahui, meskipun teknologi memberikan banyak manfaat bagi kita, tetapi ada suatu sisi buruk dari teknologi itu sendiri, teknologi memiliki banyak dampak negatif yang tidak mudah untuk ditangani. Saya memberi contoh mengenai polusi industri, pencemaran air, bahaya nuklir, rekayasa genetika, dan kongkalikong antara pemerintah dengan technocrats. Di akhir esai saya menuliskan mengenai sikap apa yang seharusnya kita miliki agar kita bisa mengurangi dampak-dampak negatif dari teknologi.

Saya memang memiliki hobi menulis, tetapi ini pertama kalinya saya menulis esai, sehingga pada awalmya saya kebingungan mengenai struktur penulisan esai. Akhirnya setelah banyak melakukan research dan bertanya pada guru di sekolah, saya mendapat pencerahan.

Deadline pengumpulan esai pada 30 September 2015 dan pengumuman pemenang seharusnya pada 7 November 2015 di Jakarta. Tapi ternyata, karena pemenang lomba ini berasal dari Surabaya, Award Ceremony juga diadakan di Surabaya, tepatnya di Ciputra World Hotel pada 9 November 2015.

Sebelum Award Ceremony ini berlangsung, diadakan Drama Workshop oleh Ms. Jo Wilson. Pada acara ini saya juga mendapat banyak teman baru. Selanjutnya adalah Information Seminar mengenai Trinity College oleh Ms. Cindy Candra, selaku Marketing & Admission Manager. Setelah Ms. Cindy selesai presentasi, baru setelah itu Award Ceremony dimulai.

Sejujurnya saya agak pesimis, karena saya merasa masih amatir dalam segi penulisan esai. Saya hanya berdoa dan percaya bahwa Tuhan punya rencana yang terbaik. Total ada 500 peserta dari 70 sekolah di seluruh Indonesia yang mengikuti lomba ini. Nama-nama disebutkan, mulai dari penghargaan peserta, penghargaan esai bagus, hingga nama 5 orang yang mendapatkan beasiswa untuk Trinity College Young Leaders Program sebanyak 50%. Nama saya belum juga disebutkan. Hingga 4 nama pemenang beasiswa 100%, nama saya masih belum disebutkan. Tinggal pemenang juara 1 atau Best Essay of The Year. Dan akhirnya nama saya disebutkan. Saya sangat tidak menyangka hal ini dan air mata pun keluar dari mata saya.

Saya merasa sangat bahagia, karena ini pertama kalinya tulisan saya dihargai dan dengan memenangkan lomba ini saya bisa membanggakan orang tua saya. Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan yang terus menyertai saya, orang tua yang tidak pernah berhenti mendukung saya, serta guru-guru dan teman-teman yang terus men-support saya. Saya berjanji untuk terus menulis agar suatu hari nanti saya bisa menjadi penulis professional.

 

Debora-2.jpgDebora.jpg

boost the values reap the success