| |

IJA (Internasional Joint Activity)

Pada saat liburan kenaikan kelas, saya melihat brosur tentang IJA (Internasional Joint Activity) yang diselenggarakan oleh Shibaura Institute of Technology (SIT) Jepang bersama dengan Jurusan Tehnik Kimia-Unika Widya Mandala Surabaya (JTK-UKWMS), National Taiwan University of Science and Technology (Taiwan Tech/NTUST, Taiwan) dan Osaka Institute of Technology (OIT) Jepang.

 
116968.jpgIMG_20211022_103741.jpgIMG_20211020_084958_520_polarr.jpg

Karena pada saat itu saya tertarik dengan kimia, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba mendaftar. Setelah mendaftar saya di beri email bahwa saya diterima untuk mengikuti kegiatan tersebut. Saat pertama kali masuk zoom saya bertemu dengan banyak sekali teman baru, diantaranya ada mahasiswa dari WM, mahasiswa dari Jepang (SIT, OIT) , siswa SMA dari Indonesia dan siswa SMA dari Jepang. Pada awal kegiatan, Profesor Yoshimi menjelaskan bahwa kami  akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan membuat project video "chemical fun video". Seminggu kemudian kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan saya masuk ke kelompok Nernst. Di kelompok Nernst terdiri dari 2 mahasiswa dari Indonesia, 2 mahasiswa dari Jepang dan juga 3 siswa SMA (2 siswa dari Indonesia dan 1 siswa dari Jepang) . Pada awalnya kita hanya berkenalan terlebih dahulu, lalu kita segera memikirkan ide untuk project tersebut. Pada minggu berikutnya kita mempresentasikan rencana kita pada project "chemical fun video". Lalu kita diberi waktu 3 minggu untuk melakukan percobaan itu dan membuat video lalu mengupload nya ke you tube. Project yang kami buat adalah "Chemical traffic light". Untuk isi video nya berisi percobaan yang kita lakukan dan bahan bahan yang kita butuhkan.  Chemical traffic light adalah percobaan yang melibatkan perubahan warna dengan indikator - indigo carmine dalam larutan alkali glukosa. Larutan alkali glukosa dituangkan ke dalam larutan nila carmine, dan kita bisa mengamati perubahan warna secara bertahap: biru – hijau – merah – kuning. Awalnya, larutan yang diwarnai oleh nila carmine (biru) dioksidasi oleh oksigen di udara menjadi warna hijau ini adalah warna bentuk teroksidasinya. Ketika larutan hijau dibiarkan , glukosa mulai mereduksi nila carmine, pertama menjadi merah, dan kemudian menjadi kuning. Jika kita mengguncang larutan dan bercampur dengan udara, maka oksigen sekali lagi mengoksidasi ke hijau.

Setelah selesai, tibalah hari pengumuman dan ternyata kelompok kami mendapatkan penghargaan emas. Selain mendapatkan ilmu baru, saya juga mendapatkan banyak teman baru dari kegiatan ini. Saya berterima kasih atas kesempatan yang  diberikan dan bimbingan bapak/ibu guru. Terima kasih.

CELINE EMILY WIJAYA (XI IPA3/8)

World Applied Chemistry Olympiad

Seringkali sesuatu terjadi diawali dari sebuah impian. Dan impian yang dibangun dengan mata terbuka dapat menjadi motivasi untuk menjadi cita-cita. Saat itu dikerjakan, entah bagaimana, selalu ada jalan yang terbuka untuk menuju kesana. Mungkin itu sebabnya, saya melaluinya. Saat perayaan ultah ke 16 di tahun 2021, sebelum lilin tart ditiup, keluarga mengatakan, “ Ayo, make a wish “., dan saya mengatakannya kepada mereka. “ Aku ingin meraih gold medal di event international chemistry olympiade, dimasa SMA”. Mama langsung memelukku, dia membisikkan sebuah doa di telingaku, “ Mama mendoakan kamu berhasil….”. Saya masih ingat, semua bertepuk tangan, dan memberikan support keyakinan pada apa yang saya ucapkan barusan.

Perkenalkan, nama saya Thomas Sidarta Setio kelas XI IPA 5/33 dari SMA Kristen Petra 2. Saya ingin berbagi pengalaman telah mengikuti lomba penelitian Internasional World Applied Chemistry Olympiad (WAChO). Lomba ini diselenggarakan oleh Indonesian Scientific Society (ISS) secara daring dan diikuti oleh dua puluh satu negara. Tahun 2021 ini merupakan tahun pertama WAChO dilakukan. Meskipun tahun pertama, lomba ini menghasilkan pengalaman yang tidak terlupakan. Dikarenakan lomba ini tidak dilaksanakan secara luring, penelitian yang diambil dilakukan secara daring.

Lomba olimpiade ini diawali pada tanggal 28 Agustus hingga 28 September 2021 untuk melakukan investigasi atau penyisihan dan pembuatan makalah penelitian ilmiah menggunakan bahasa Inggris. Lalu diikuti dengan babak final pada tanggal 5 sampai 6 Oktober dengan pengawasan via Zoom. Pada babak penyisihan, para peserta diberi tema penelitian dan pada tahun ini tema yang diambil adalah Microbial Fuel Cell (MFC). Teknologi MFC ini akan dimodifikasi menurut para masing - masing peneliti. Saya mengambil judul “Performance of Algae and Cyanobacteria Microbial Fuel Cell Subjected to Variation Electrode and Membrane” sebagai judul ilmiah. Dalam proses penelitian ini, saya diharuskan membuat alat MFC tersebut dan dikarenakan penelitian yang saya ambil menggunakan tiga jenis faktor yang berperan, yaitu; organisme, elektroda, membran. Karena itu jumlah alat yang telah saya uji adalah 20 MFC dengan 40 chamber yang berbeda.

sma2 wacho01

Gambar diatas merupakan model 3D dari MFC yang telah saya buat tersebut. Dapat dilihat bahwa terdapat dua chamber yang berbeda yaitu chamber substrat dan chamber organisme. Lalu dimulainya proses investigasi dengan membaca banyak jurnal - jurnal internasional mengenai MFC. Dengan bantuan dari beberapa guru dan professor, saya berhasil membuat makalah ilmiah tersebut. Pada tanggal 30 Oktober 2021, makalah tersebut dikumpulkan lalu diseleksi sehingga diambil 20 team teratas. Hasilnya adalah, saya lolos dengan peringkat nomor 7 dan menjadi Indonesia solo team nomor 1.

Berikutnya adalah babak final dimana para peserta harus membuat presentasi berhubungan dengan makalah yang telah lolos tersebut. Proses pembuatan presentasi ini memakan waktu kurang lebih 3 hari dan latihan presentasi kurang lebih 2 hari. Pada saat babak final, saya berhasil mempresentasikannya dengan baik dan menjawab pertanyaan dari para dosen dengan lengkap. Saya sangat bersyukur dengan hasil presentasi tersebut. Lalu pada tanggal 13 Oktober 2021, diadakannya Awarding ceremony. Hasilnya adalah saya mendapatkan medali emas nomor 1.

sma2 wacho01

Bagaimana saya menggambarkan kegembiraan ini dibanding rasa bersyukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan rasa percaya dan dukungan yang sangat besar kepada saya. Terima kasih kepada bu Cahyo selaku Kepala Sekolah, juga bapak/ibu guru yang telah membimbing saya (Bu Ellya, Pak Theo, Pak Handy, Bu Theresia, Bu Astrid, Bu Puspita) atas waktu dan perhatiannya dalam menemani berdiskusi juga bimbingannya. Tak lupa syukur dan bakti saya kepada papa-mama. Saya sangat bersyukur dengan hasil yang telah saya dapatkan dan saya ingin terus mengembangkan diri dengan objek penelitian ke depannya sehingga bermanfaat meskipun pada saat situasi daring ini.

Dari proses ini saya belajar, ketika kita memulai sebuah impian, kita berupaya merancangnya dengan mata terbuka, dan fokus mengerjakannya dengan energi yang sebaik-baiknya, sabar menjalani proses, sekalipun sulit, percayalah, di perjalanan itu, kita tidak pernah sendiri, kita selalu beroleh sahabat yang mau bersama kita untuk menempuh perjalanan ini bersama, dalam suatu saat. Momen itu, tentu adalah momen yang berharga, dan kita layak untuk memperjuangkan, juga mensyukurinya…

 

 

-Thomas Sidarta Setio

SMA Kristen Petra 2

XI IPA 5/33

International Earth Science Olympiad (IESOTanggal 25-30 Agustus 2021

International Earth Science Olympiad (IESO) merupakan ajang kompetisi Kebumian Internasional yang diikuti oleh siswa SMA dari seluruh penjuru dunia. IESO kali ini diadakan di Tyumen, Russia. Sean Matthew dan Eillen Theodora merupakan perwakilan siswa dari SMA Kristen Petra 2 Surabaya yang mengharumkan Kota Surabaya dan Indonesia yang mengikuti IESO tahun ini. Meskipun olimpiade diadakan di tengah-tengah pandemi yang masih terus berlangsung sehingga mengharuskan Sean Matthew dan Eillen Theodora untuk mengikuti kegiatan ini secara online dari Kota Surabaya, tetapi tidak mematahkan semangatnya untuk berusaha memberikan yang terbaik untuk Indonesia, terutama Kota Surabaya di mata dunia dan tentunya SMA Kristen Petra 2 Surabaya.

SMA 2 IESO 01


SMA 2 IESO 01

Dalam kompetisi IESO ini Sean Matthew mendapatkan Medali Perak dan Eillen Theodora mendapatkan Medali Perunggu. Sungguh perjuangan dan pencapaian yang luar biasa, tentunya banyak rintangan dan kesulitan yang harus dihadapi dalam mengikuti kompetisi dimasa-masa pandemi ini, namun hal tersebut terbayar melalui pencapaian yang diperoleh Sean Matthew dan Eillen Theodora di tingkat Internasional yang membawa nama baik sekolah, Kota Surabaya, dan tentunya mengharumkan nama Indonesia. Semangat dan perjuangan mereka kiranya dapat memberikan teladan bagi siswa-siswa lainnya untuk tidak menyerah dalam belajar apalagi dimasa pandemi seperti ini.

International Earth Science Olympiad 2021

SMA Kristen Petra 2 Surabaya

Mewakili Indonesia dalam olimpiade internasional merupakan suatu hal yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Namun berkat kemurahan Tuhan, kami, Eillen Theodora dan Sean Matthew dari SMA Kristen Petra 2, berkesempatan untuk menjadi wakil Indonesia dalam International Earth Science Olympiad (IESO) 2021 yang dilaksanakan secara online pada tanggal 25-30 Agustus 2021. Tuan rumah IESO tahun ini adalah Rusia. Olimpiade ini diikuti oleh 34 negara dari berbagai belahan dunia.

Perjalanan kami untuk dapat sampai pada tahap ini telah dimulai sejak kami masing-masing berhasil meraih Medali Emas Bidang Kebumian dalam Kompetisi Sains Nasional 2020. Kemudian, banyak tahap pembinaan yang harus kami lalui, yang pertama adalah Pembinaan Nasional Tahap 1 atau biasa disebut Pelatnas 1. Pelatnas 1 dimulai pada bulan Desember 2020 dan diikuti oleh 30 medalis KSN Bidang Kebumian. Pelatnas kali ini diadakan secara online karena adanya pandemi Covid-19, sehingga kami mengikuti rangkaian kegiatan Pelatnas dari rumah masing-masing. Selama mengikuti kegiatan Pelatnas kami mempelajari banyak hal, salah satunya praktikum astronomi yang cukup melelahkan tapi sangatlah seru. Kami selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam setiap tes dan praktikum yang diberikan. Setelah menunggu berbulan-bulan akhirnya hasil dari Pelatnas 1 diumumkan dan kami sangat bersyukur karena kami berdua lolos ke Pelatnas Tahap 2, dimana sekarang hanya tersisa 15 peserta. Di akhir Pelatnas 2 diadakan eliminasi lagi untuk terakhir kalinya dan akan dipilih 8 orang yang menjadi tim nasional IESO 2021. Saat diberi tahu kami berdua lolos ke Pelatnas 3 tentunya kami sangat senang dan bersemangat. Kemudian pada Pelatnas 3, pelatihan difokuskan untuk menghadapi berbagai kegiatan IESO.

IESO tahun ini cukup unik karena terdapat banyak kegiatan baru yang merupakan adaptasi dari olimpiade online, mulai dari kegiatan Data Mining Test (DMT) sebagai pengganti tes tulis, dimana kita perlu mengakses data dan menyimpulkan jawaban dari data tersebut secara individu, lalu National Team Field Investigation (NTFI) yaitu presentasi mengenai suatu topik dengan tim nasional dari negara masing-masing, dimana para wakil Indonesia akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan mengerjakan kegiatan ini bersama-sama. Perwakilan dari setiap kelompok akan melakukan studi lapangan ke tempat yang berkaitan dengan topik presentasi kelompok untuk mengumpulkan data, sedangkan anggota kelompok yang lain akan mengolah data tersebut. Eillen mendapat topik mengenai pasang surut di pesisir Utara Pulau Jawa dan ia menjadi wakil kelompok yang mencari data di lapangan yaitu di Pantai Kenjeran Surabaya, sedangkan Sean memperoleh topik mengenai zonasi daerah rawan bencana di Gunung Merapi, Jawa Tengah. Kemudian terdapat pula kegiatan Earth System Art and Pledge dimana tiap peserta dapat menuangkan kreativitasnya dengan membuat suatu bentuk karya seni dan pernyataan mengenai ilmu kebumian. Tidak hanya kegiatan individu dan tim nasional, IESO juga dikemas sehingga kita dapat merasakan teamwork secara internasional dengan kegiatan presentasi Earth System Project (ESP) dan menyelesaikan game yang berkaitan dengan Planet Mars bernama Mission to Mars bersama peserta-peserta dari negara lain. Masing-masing dari kami dikelompokkan oleh panitia dengan teman-teman dari negara yang berbeda-beda sehingga kami harus dapat beradaptasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan semua orang.

Selama pelaksanaan IESO, kami berusaha dengan keras dan melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan. Kami benar-benar melakukan effort maksimal kami dan menyerahkan hasil akhirnya pada Tuhan. Kemudian pada tanggal 30 Agustus 2021, terdapat Closing Ceremony dan pengumuman penghargaan dari IESO 2021. Puji Tuhan… Kami berdua memperoleh beberapa penghargaan dari IESO. Eillen memperoleh penghargaan “Good” atau setara dengan Medali Perunggu dalam Data Mining Test, penghargaan “Excellent” dalam Mission to Mars, dan juga penghargaan “Good” dalam National Team Field Investigation. Sedangkan Sean memperoleh penghargaan “Very Good” atau setara dengan Medali Perak dalam Data Mining Test dan memperoleh penghargaan “Good” dalam Earth System Project. Kami sangat senang dan merasa segala usaha yang kami lakukan akhirnya terbayar. Dari pengalaman mengikuti IESO 2021, kami mendapat banyak sekali teman baru baik dari dalam negeri maupun luar negeri, kami juga mendapatkan pengalaman luar biasa dan berharga yang tidak akan terlupakan. Walaupun harus dilakukan secara online, keseruan IESO kali ini tetap terasa dan yang pasti kami sangat bersyukur dengan hasil yang sudah didapatkan. Semua ini hanya dapat kami raih dengan pertolongan Tuhan dan juga bimbingan serta dukungan dari orang tua, Kepala Sekolah dan Bapak/Ibu Guru SMA Kristen Petra 2, para dosen pembimbing, para pelatih Litbang dan Dirpen, dan Bapak/Ibu pengurus PPPK Petra. 

Oleh :
Eillen Theodora
Sean Matthew
Alumni SMA Kristen Petra 2

Pengalaman Mengikuti Internasional Applied Biology Olympiad (IABO)

IABO 002Saya, Jefferson Filbert Tjoenardi, kelas XII dari SMA Kristen Petra 2 mengikuti olimpiade biologi tingkat internasional yaitu, Internasional Applied Biology Olympiad (IABO) yang dilaksanakan oleh Indonesian Scientific Society (ISS) secara daring. Pelaksanaan dari IABO baru saja dilakukan tahun ini. Olimpiade ini diikuti oleh 138 peserta dari 13 negara di dunia. Meski dalam kondisi pandemi, hal ini tidak mengurangi semangat dan kegigihan semua peserta dalam mencapai prestasinya. Semua tetap semangat dan berusaha sekuat tenaga mereka untuk menjadi juara meski di tengah situasi pandemi.

Olimpiade ini terdiri dari babak penyisihan (23 Juni 2021) dan final (3-4 Juni 2021), dengan pengawasan menggunakan Zoom. Pada babak penyisihan, peserta ditantang untuk menulis suatu publikasi ilmiah dalam Bahasa Inggris dan mengerjakan soal olimpiade tingkat internasional dalam waktu tiga jam dengan tema Diabetes Mellitus. Namun, peserta baru mengetahui tema apa yang akan ditulis ketika babak penyisihan dimulai. Proses ini tidaklah mudah, meski kami diizinkan membuka referensi tertentu, tanpa pengetahuan yang luas dan kemampuan penggunaan bahasa yang baik, tentu saja proses ini akan sangat susah. Pada babak final, kami ditantang untuk menjawab suatu soal study case mengenai biomedis dalam waktu dua jam. Kami diberikan tiga tema yang bisa dikerjakan yaitu mengenai Iron Deficiency Anemia, Cervical Cancer, dan Senile Osteoporosis. Saya memilih tema Cervical Cancer karena saya sudah pernah membaca beberapa publikasi ilmiah mengenai kanker serviks. Keesokan harinya, peserta diminta untuk mempresentasikan hasil jawaban yang sudah dibuat di hari sebelumnya di depan juri dalam Bahasa Inggris. Dalam penyertaan Tuhan dan doa dari orang tua serta guru-guru yang mendukung, saya berhasil menjawab soal dan membuat slide presentasi dengan baik.

Keesokan harinya, saya mempersiapkan diri untuk presentasi dengan melakukan simulasi presentasi. Tidak lupa saya juga membaca banyak referensi tambahan mengenai topik yang saya pilih supaya bisa menjawab pertanyaan dari juri. Selama presentasi jantung saya tidak berhenti berdebar kencang karena gugup, namun saya tetap percaya diri dan berusaha untuk tetap fokus mempresentasikan hasil yang saya dapatkan. Singkat cerita, beberapa hari kemudian hasil pemenang pun diumumkan dan saya berhasil mendapatkan kategori Best Solution dan mendapatkan peringkat kedua atau medali emas dalam olimpiade ini. Saya bersyukur telah diberikan hikmah, kecerdasan, dan kesempatan oleh Tuhan untuk memenangkan olimpiade ini. Saya berterima kasih kepada kepala sekolah karena telah diberikan kesempatan untuk mengikuti olimpiade, bapak/ ibu guru yang memberi saya bimbingan dan menyertai dalam doa, serta teman-teman yang juga ikut memberi dukungan dan membantu mendoakan. Saya yakin, saya tidak bisa berhasil tanpa dukungan dan doa dari bapak/ ibu guru dan teman-teman. Akhir kata, pesan saya untuk teman-teman adalah untuk menggunakan waktu dengan baik. Jangan bermalas-malasan di rumah karena situasi pandemi, namun cari kegiatan produktif dan raih prestasi dari rumah. Kompetisi secara daring tidak kalah seru dengan kompetisi secara luring.

boost the values reap the success