| |

Kompetisi Sains Nasional 2020

Kompetisi Sains Nasional (KSN) atau yang sebelumnya dikenal sebagai Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan suatu perlombaan tingkat nasional dalam bidang akademik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kompetisi ini bertujuan untuk menyeleksi putra-putri terbaik bangsa yang nantinya akan menjadi wakil Indonesia di tingkat internasional. Untuk itu, setiap tahun SMA Kristen Petra 2 selalu mengadakan seleksi bagi siswa-siswi yang berpotensi dalam bidang-bidang akademik, yaitu bidang Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Kebumian, Astronomi, Komputer, dan Geografi. Kemudian para siswa yang lolos seleksi diberikan pelatihan setiap minggunya sebagai persiapan untuk menghadapi Kompetisi Sains Nasional tingkat Kota (KSN-K). Selama pelatihan tersebut juga terdapat beberapa tes eliminasi hingga terkumpul jumlah siswa yang mewakili SMA Kristen Petra 2 untuk mengikuti KSN-K yang dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2020. Dengan doa dan persiapan KSN-K yang matang, puji Tuhan sebanyak 21 siswa SMA Kristen Petra 2 lolos ke tingkat provinsi.

osn_2020_02.pngosn_2020_04.pngosn_2020_01.pngosn_2020_03.png

Sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19, maka kelanjutan KSN pada tahun ini diadakan secara daring/online. Terdapat jeda waktu yang cukup lama dari KSN-K ke KSN-P dikarenakan perlunya adaptasi mekanisme perlombaan yang dibuat oleh Pusat Prestasi Nasional sebagai usaha untuk tetap melaksanakan kegiatan ini meskipun sedang berada di era new normal. Akhirnya siswa-siswi yang lolos ke tingkat provinsi mengikuti KSN-P yang dilaksanakan pada tanggal 10-14 Agustus 2020. Dengan berdoa dan berusaha, akhirnya kami bisa melewati KSN-P dengan baik dan tiba saatnya pengumuman siapa saja yang lolos ke tingkat nasional. Kami sangat bersyukur dan senang saat mengetahui bahwa ada 11 siswa yang lolos untuk mewakili Provinsi Jawa Timur ke tingkat nasional di antaranya yaitu Vanya Priscillia bidang Matematika, Athalia Beatrice dan Gwyneth Trixie bidang Kimia, Jefferson Filbert dan Gwenny Catharina bidang Biologi, Felicia dan Gracia Edhyta bidang Ekonomi, Eillen Theodora dan Sean Matthew bidang Kebumian, Nicholas Sudiyanto bidang Astronomi dan Nicholas Sindoro bidang Komputer. Kami mempersiapkan diri sebaik mungkin selama kurang lebih 1 bulan untuk mempersiapkan KSN dengan mengikuti pelatihan Litbang yang intensif bersama para pelatih yang kebanyakan merupakan alumni medalis tahun-tahun sebelumnya.

Sebelum KSN dilaksanakan, para peserta diwajibkan untuk mengikuti Technical Meeting yang disampaikan oleh para juri dari masing-masing bidang dengan tujuan untuk mensosialisasikan petunjuk teknis dan mekanisme pengawasan selama tes berlangsung. Akhirnya tibalah saat yang dinanti-nantikan, KSN dilaksanakan pada tanggal 12-16 Oktober 2020 yang diawali dengan acara pembukaan dimana terdapat berbagai penampilan dari alumni FLS2N, mulai dari tari-tarian, vokal solo hingga paduan suara. Setelah pembukaan, kegiatan perlombaan pun dimulai. Di tingkat nasional, tentunya banyak tantangan baru yang kami hadapi karena terdapat berbagai variasi soal dan tes praktik yang sebelumnya tidak ada di tingkat kota maupun provinsi. Setiap bidang memiliki mekanisme dan kegiatan lomba yang berbeda-beda disesuaikan dengan kriteria penilaian masing-masing. Berbekal ilmu dan bimbingan yang telah kami dapatkan selama ini dari para pelatih dan guru-guru di sekolah, kami berusaha mempersembahkan yang terbaik serta menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Selaras dengan tema KSN 2020 yaitu “Jujur itu Juara”, kami selalu menjunjung tinggi integritas dan kejujuran selama mengikuti KSN meskipun pelaksanaannya dilakukan di rumah masing-masing. Kami berusaha sebaik mungkin untuk mengikuti arahan juri yang telah disampaikan saat Technical Meeting dengan menyalakan Zoom saat tes berlangsung dan tetap memperhatikan protokol kesehatan di manapun kami berada. Setelah seluruh kegiatan tes usai, beberapa bidang mengikuti sesi wawancara bersama para juri yang akan menjadi salah satu penilaian dalam KSN.

Pada tanggal 16 Oktober 2020, dilaksanakan penutupan dan pengumuman hasil KSN pada pukul 19.00 WIB yang dilaksanakan secara live. Pastinya kami semua sangat gugup menanti pengumuman. Kami telah berjuang dengan sekuat tenaga dan kini kami hanya dapat menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Dan akhirnya tiba saat pengumuman. Puji Tuhan, ada 8 siswa yang berhasil meraih medali KSN, di antaranya Vanya Priscillia medali emas bidang Matematika, Athalia Beatrice medali perunggu bidang Kimia, Jefferson Filbert medali perak bidang Biologi, Felicia medali perak dan Gracia Edhyta medali perunggu bidang Ekonomi, Eillen Theodora medali emas dan Sean Matthew medali emas bidang Kebumian, serta Nicholas Sindoro medali perunggu bidang Komputer. Selain itu, terdapat beberapa penghargaan khusus yang diraih oleh siswa SMA Kristen Petra 2, yaitu absolute winner oleh Vanya Priscillia, nilai tertinggi oleh Eillen Theodora, gagasan bisnis terbaik oleh Felicia, dan makalah terbaik oleh Gracia Edhyta. Semua prestasi ini kami persembahkan hanya untuk kemuliaan nama Tuhan.

Puji Tuhan serangkaian acara KSN pada tahun ini dapat terlaksana dengan baik. Kami berterima kasih kepada Tuhan, orangtua, Bu Cahyo selaku kepala sekolah, guru pembimbing, bapak ibu guru SMA Kristen Petra 2, pengurus Litbang PPPK Petra dan para pelatih yang membimbing kami, serta teman-teman semua yang telah mendukung kami hingga kami dapat sampai di titik ini. 

Oleh :
Eillen Theodora (XIIA-3/10)
Gracia Edhyta (XIIA-6/18)
Sean Matthew (XIIA-1/30)

International Earth Science Symposium 2020

iess 01

iess 02

iess 03

Pada tanggal 11 Oktober 2020, saya, Eillen Theodora dan kakak kelas saya, Christopher Wilbert dari SMA Kristen Petra 2 mewakili Indonesia dalam International Earth Science Symposium (IESS). IESS merupakan ajang diskusi tingkat internasional yang memberikan kesempatan bagi pelajar di seluruh dunia untuk berkolaborasi dalam melakukan research untuk menyelesaikan masalah di bidang Ilmu Kebumian. Kegiatan ini diadakan oleh anggota USESO (United States Earth Science Olympiad). Perjalanan kami untuk menjadi wakil Indonesia bermula setelah kami mengikuti Olimpiade Sains Nasional 2019 dan mendapat medali di bidang Kebumian. Setelah OSN, kami mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pelatnas bidang Kebumian ini bertujuan untuk mempersiapkan putra-putri terbaik bangsa untuk mewakili Indonesia pada International Earth Science Olympiad atau biasa disingkat IESO 2020 yang rencananya diadakan di Rusia. Pelatnas Tahap I bidang Kebumian diikuti oleh semua medalis Kebumian OSN 2019 dan diadakan di Yogyakarta pada tanggal 23 September - 6 Oktober 2019. Saat Pelatnas I, kami diberikan pembekalan oleh dosen-dosen dari Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan juga dari Universitas Diponegoro. Pada tahap ini juga dilakukan seleksi untuk menyaring peserta yang akan lolos ke Pelatnas tahap II.

Dikarenakan adanya pandemi COVID-19 yang mulai merebak ke seluruh dunia pada awal tahun 2020, maka pengumuman hasil Pelatnas I pun tertunda karena para pembina masih belum mendapat kepastian mengenai pelaksanaan IESO 2020. Barulah pada awal Bulan September 2020, diumumkan 14 orang yang lolos ke Pelatnas Tahap II dan puji Tuhan, saya dan Christopher Wilbert berhasil lolos ke Pelatnas II. Setelah itu kami diberi info bahwa IESO 2020 dibatalkan, tetapi para pembina dari seluruh dunia telah membentuk IESS sebagai pengganti dari IESO agar dapat mewadahi ide dan gagasan para pelajar di seluruh dunia. Kami diberitahu oleh para pembina bahwa seluruh peserta Pelatnas II akan menjadi perwakilan Indonesia dalam IESS. Kemudian kami diberi pembinaan singkat secara daring selama lima hari. Dan setelah mendaftarkan diri, kami pun dibuatkan kelompok oleh panitia dimana anggotanya berasal dari negara-negara yang berbeda. Kelompok ini nantinya akan bekerja sama dalam satu tim untuk membuat suatu penelitian sesuai topik yang diberikan. Kebetulan saya dan Christopher Wilbert sekelompok bersama beberapa teman dari Indonesia juga, serta satu orang teman dari Republik Ceko. Kami mendapatkan topik tentang “Volcanic Risks of Death and Destruction”. Kami diberi kesempatan untuk berdiskusi dan menyusun presentasi mulai tanggal 18 September 2020 hingga 9 Oktober 2020. Kelompok kami memilih fokus tema yaitu tentang identifikasi manfaat dan bahaya yang ditimbulkan erupsi Gunung Api di Pulau Jawa, Indonesia. Pada awalnya kami mengalami sedikit kecanggungan dalam berkomunikasi dengan anggota kelompok dimana kami harus berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dan juga terdapat perbedaan waktu yang membuat kami sedikit kesulitan mencari waktu yang cocok untuk mengadakan Online Meeting. Namun pada akhirnya, kami mampu beradaptasi dengan perbedaan yang ada dan berusaha untuk mensupport satu sama lain.

Akhirnya, kami pun berhasil menyusun laporan tertulis dan slide presentasi dengan baik sebelum deadline yang telah ditentukan oleh panitia. Setelah itu, kami masih perlu mempersiapkan diri untuk melakukan live presentation yang merupakan puncak dari kegiatan IESS. Live presentation ini diadakan melalui ZOOM pada tanggal 11 Oktober 2020 pukul 06:30 AM PST atau pukul 20.30 WIB. Kami telah membagi bagian presentasi kami masing-masing dan berlatih semaksimal mungkin, maka dari itu kami telah siap dengan presentasi kami.  Meskipun demikian, tentunya tetap ada rasa gugup yang saya rasakan ketika tiba saatnya bagi saya untuk melakukan presentasi di depan seluruh peserta dari negara-negara lain. Tetapi saya menyerahkan segalanya kepada Tuhan dan berusaha melakukan yang terbaik yang saya bisa. Di akhir presentasi terdapat sesi tanya-jawab yang terbuka bagi seluruh peserta IESS dan kelompok kami dapat menjawab setiap pertanyaan yang diberikan dengan baik. Akhirnya, kelompok saya pun berhasil melewati sesi presentasi dan selanjutnya kami ikut mendengarkan presentasi dari kelompok-kelompok lain yang memiliki topik berbeda-beda. Setelah seluruh rangkaian presentasi selesai, para panitia memberikan penghargaan/apresiasi khusus yang diperoleh masing-masing kelompok. Dan kelompok saya mendapatkan penghargaan “Excellence in Detailed Consideration of Case Studies and Potential Mitigation Techniques”.

Puji Tuhan seluruh rangkaian IESS 2020 dapat terlaksana dengan baik dan bagi saya, mengikuti kegiatan ini merupakan suatu pengalaman yang berharga karena saya dapat menjalin relasi dengan teman-teman lain dari negara yang berbeda serta meningkatkan skill komunikasi yang saya miliki. Semua ini hanya dapat saya raih dengan pertolongan Tuhan dan doa serta dukungan dari orang tua, Kepala Sekolah dan Bapak-Ibu Guru SMA Kristen Petra 2, para dosen pembimbing, para pelatih Litbang, dan Bapak-Ibu pengurus Litbang PPPK Petra. Selain itu, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung saya hingga dapat mencapai titik ini.

Oleh :
Eillen Theodora (XIIA-3/10)

A Journey Among the Stars

Foto pemenang GeCAA Vincent Sean Farrell SMA 2

Saya Vincent Sean Farrell, alumni SMA Kristen Petra 2 tahun 2020, mewakili Indonesia dalam Kompetisi Internasional bidang Astronomi, yaitu GeCAA (Global e-Competition of Astronomy and Astrophysics), sebagai pengganti dari IOAA (International Olympiad of Astronomy and Astrophysics) yang dibatalkan akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020. GeCAA 2020 diadakan tanggal 25-27 September 2020 diikuti oleh 279 peserta dari 90 negara.

Dalam persiapan mengikuti kompetisi ini, saya melalui banyak tahapan-tahapan seleksi, dari tingkat sekolah melalui litbang, tingkat kota, tingkat provinsi, tingkat nasional, serta 3 tahap pelatihan tingkat nasional. Tahapan-tahapan seleksi ini bertujuan untuk mendapatkan peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia, hingga akhirnya didapatkan 14 total peserta untuk GeCAA ini. Jika ditotal, seluruh tahapan seleksi ini memakan waktu 2 tahun, mulai dari saat saya masih kelas XI hingga saya menginjak jenjang perguruan tinggi. Tentunya, selama proses seleksi ini ada banyak cerita unik yang saya alami, namun hal yang paling saya ingat adalah saat melalui tahapan terakhir dari pelatihan tingkat nasional (Pelatnas) tahap 3, karena pada waktu itu saya sudah memulai perkuliahan di luar negeri yang berbeda zona waktunya 12 jam dengan Indonesia, maka akhirnya saya mengikuti pelatihan tersebut secara asinkron. Dukungan-dukungan yang diberikan oleh kakak panitia dan pembina pelatihan tersebut sangat besar sehingga saya bisa melalui pelatnas tahap ketiga tersebut dengan lancar.

Biasanya, dalam setiap tahapan seleksi akan ada peserta yang tereliminasi. Tetapi, karena kompetisi tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dan jumlah pesertanya ditambah, maka proses eliminasi berhenti pada pelatihan nasional tahap 1 dan 2 tahapan lainnya digunakan untuk pembinaan saja. Tentunya saya merasa senang setelah mengetahui hal tersebut karena saya bisa fokus belajar, dan karena sudah tidak ada eliminasi lagi, maka saya sudah dipastikan akan mengikuti GeCAA.

Saya memilih untuk mengikuti kompetisi ini dari rumah untuk menghindari resiko penularan COVID-19. Berlangsung selama 3 hari, materi kompetisi terbagi dalam beberapa ronde yakni ronde Teori, Analisis Data, dan Observasi. Selama berjalannya lomba tidak ada kendala teknis, seperti listrik, jaringan internet maupun hardware, semuanya lancar, tetapi saat mengerjakan soal-soal di setiap ronde, saya mengalami kesulitan menjawab dan menyelesaikannya. Namun saya tetap bertekad mengerjakan sebaik mungkin. I’ll do my best, and let God do the rest.

Satu bulan berlalu, saat pengumuman tiba, teringat kembali perjuangan menyelesaikan soal-soal dan ketidakyakinan atas pencapaian nilainya, membuat saya takut akan mengecewakan banyak pihak, galau, nervous, campur aduk perasaan ini, sehingga jantung berdebar kencang hingga akhirnya saya melihat nama saya tercantum mendapat Bronze Medal. Saat itu, langsung plong rasanya, ya, betul, sangat bahagia rasanya karena sudah tidak terbeban dengan pikiran itu lagi. Hasil ini mungkin kurang memuaskan tetapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin dengan penyertaan Tuhan, serta dukungan dari orang tua, Kepala Sekolah, guru-guru di sekolah, pembina Litbang, pembina Pelatnas serta orang-orang di sekitar saya. Saya mengucap syukur pada Tuhan dan terima kasih sebesar-besarnya pada orang tua yang tidak pernah berhenti percaya pada saya, Kepala Sekolah, bapak/ibu guru dan pembina-pembina yang sudah sabar dalam membina saya.

Akhir kata, saya berpesan pada teman-teman untuk selalu berjuang, jangan pernah menyerah, meskipun sepertinya terlihat seperti tidak ada jalan, karena jika kita percaya pada Tuhan, Ia akan membuka jalan bagi kita.

Ditulis oleh :
Vincent Sean Farrell
Alumni kelas XIIA1/32

Ivan Candra G iCHO 2020

Pengalaman Lomba Daring Kompetisi Biologi ITS (OBI) Siswa SMA Kristen Petra 2 Surabaya

lomba daring biologi its 1

Saya, Jefferson Filbert Tjoenardi, kelas XI dari SMA Kristen Petra 2 mengikuti kompetisi biologi tingkat nasional dalam rangkaian acara Biological Opus Fair (BOF) yang diadakan oleh Institut Teknologi Surabaya (ITS) secara daring. Kompetisi ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya secara luring. Karena situasi sedang dalam masa pandemi, tahun ini kompetisi tetap dilaksanakan secara daring. Kompetisi ini sudah cukup terkenal secara nasional khususnya di daerah Jawa Timur dengan lebih dari 1000 peserta setiap tahunnya dari berbagai daerah di Indonesia, tahun ini tercatat 822 peserta Kompetisi Biologi ITS tingkat SMA yang berpartisipasi. Saya merasa selama pandemi ini, saya memiliki waktu luang yang cukup banyak. Saya ingin menggunakan waktu luang yang saya miliki untuk bisa produktif dengan cara aktif dalam mengikuti kompetisi meski dilaksanakan secara daring. Saya yakin dengan berdoa, kejujuran, dan kerja keras kita bisa meraih prestasi dari rumah.

Setelah melakukan registrasi, saya mempersiapkan diri untuk kompetisi dengan membaca buku-buku kuliah dan mengingat kembali hal-hal yang sudah saya pelajari. Kompetisi ini terdiri dari tahap penyisihan di mana peserta diminta untuk menjawab 100 soal pilihan ganda selama 120 menit, tahap semifinal di mana peserta diminta untuk menjawab 50 soal uraian selama 120 menit, dan tahap final di mana peserta diminta untuk membuat lembar karya tulis ilmiah dan mempresentasikan karya tersebut di hadapan dosen. Saya bersyukur karena dapat melalui babak penyisihan dan semifinal dengan lancar. Meski tiap peserta mengerjakan soal di rumah masing-masing, atmosfer kompetisi dan perasaan gugup tetap terasa seiring berjalannya kompetisi. Babak final merupakan tahap yang paling sulit, karena peserta diminta untuk menyusun lembar karya tulis ilmiah dengan tema yang sudah ditentukan dalam waktu kurang dari 2 minggu. Dengan bantuan Tuhan, bapak/ ibu guru yang mengajarkan cara penulisan makalah yang baik, dan teman-teman yang mendukung dan mendoakan saya berhasil menyelesaikan makalah saya dengan baik.

Selanjutnya, saya melakukan presentasi di hadapan dosen. Sebelumnya, saya berpikir bahwa saya akan diberikan komentar yang buruk dan pertanyaan yang susah dari dosen penilai, namun dosen yang menilai sangat baik, ramah, dan melakukan penilaian yang adil. Setelah melakukan presentasi, saya merasa semakin gugup untuk menunggu pengumuman pemenang yang akan dilaksanakan tanggal 26 September 2020. Sayangnya, pada tanggal 26 September 2020 saya telah melakukan registrasi untuk berpartisipasi dalam simulasi Kompetisi Sains Nasional bidang Biologi secara daring. Akhirnya, orang tua saya mewakilkan saya dalam upacara penutupan dan pengumuman pemenang. Setelah selesai mengerjakan simulasi, orang tua saya memberi tahu bahwa saya mendapatkan juara 2 dari Kompetisi Biologi ITS. Saya bersyukur telah diberikan hikmah, kecerdasan, dan kesempatan oleh Tuhan untuk memenangkan kompetisi ini. Saya berterima kasih kepada Kepala Sekolah dan bapak/ibu guru SMA Kristen Petra 2 karena telah diberikan kesempatan untuk mengikuti kompetisi, dan juga memberi saya bimbingan dalam menulis karya tulis ilmiah, dan teman-teman yang memberi dukungan dan membantu mendoakan. Saya yakin, saya tidak bisa berhasil tanpa dukungan dan doa dari bapak/ ibu guru dan teman-teman. Akhir kata, pesan saya untuk teman-teman adalah untuk menggunakan waktu dengan baik. Jangan bermalas-malasan di rumah karena situasi pandemi, namun cari kegiatan produktif dan raih prestasi dari rumah. Kompetisi secara daring tidak kalah seru dengan kompetisi secara luring.

Artikel ditulis oleh: Jefferson Filbert Tjoenardi/ XI-A5/ 18

SMA Kristen Petra 2

boost the values reap the success