| |

World Applied Chemistry Olympiad

Seringkali sesuatu terjadi diawali dari sebuah impian. Dan impian yang dibangun dengan mata terbuka dapat menjadi motivasi untuk menjadi cita-cita. Saat itu dikerjakan, entah bagaimana, selalu ada jalan yang terbuka untuk menuju kesana. Mungkin itu sebabnya, saya melaluinya. Saat perayaan ultah ke 16 di tahun 2021, sebelum lilin tart ditiup, keluarga mengatakan, “ Ayo, make a wish “., dan saya mengatakannya kepada mereka. “ Aku ingin meraih gold medal di event international chemistry olympiade, dimasa SMA”. Mama langsung memelukku, dia membisikkan sebuah doa di telingaku, “ Mama mendoakan kamu berhasil….”. Saya masih ingat, semua bertepuk tangan, dan memberikan support keyakinan pada apa yang saya ucapkan barusan.

Perkenalkan, nama saya Thomas Sidarta Setio kelas XI IPA 5/33 dari SMA Kristen Petra 2. Saya ingin berbagi pengalaman telah mengikuti lomba penelitian Internasional World Applied Chemistry Olympiad (WAChO). Lomba ini diselenggarakan oleh Indonesian Scientific Society (ISS) secara daring dan diikuti oleh dua puluh satu negara. Tahun 2021 ini merupakan tahun pertama WAChO dilakukan. Meskipun tahun pertama, lomba ini menghasilkan pengalaman yang tidak terlupakan. Dikarenakan lomba ini tidak dilaksanakan secara luring, penelitian yang diambil dilakukan secara daring.

Lomba olimpiade ini diawali pada tanggal 28 Agustus hingga 28 September 2021 untuk melakukan investigasi atau penyisihan dan pembuatan makalah penelitian ilmiah menggunakan bahasa Inggris. Lalu diikuti dengan babak final pada tanggal 5 sampai 6 Oktober dengan pengawasan via Zoom. Pada babak penyisihan, para peserta diberi tema penelitian dan pada tahun ini tema yang diambil adalah Microbial Fuel Cell (MFC). Teknologi MFC ini akan dimodifikasi menurut para masing - masing peneliti. Saya mengambil judul “Performance of Algae and Cyanobacteria Microbial Fuel Cell Subjected to Variation Electrode and Membrane” sebagai judul ilmiah. Dalam proses penelitian ini, saya diharuskan membuat alat MFC tersebut dan dikarenakan penelitian yang saya ambil menggunakan tiga jenis faktor yang berperan, yaitu; organisme, elektroda, membran. Karena itu jumlah alat yang telah saya uji adalah 20 MFC dengan 40 chamber yang berbeda.

sma2 wacho01

Gambar diatas merupakan model 3D dari MFC yang telah saya buat tersebut. Dapat dilihat bahwa terdapat dua chamber yang berbeda yaitu chamber substrat dan chamber organisme. Lalu dimulainya proses investigasi dengan membaca banyak jurnal - jurnal internasional mengenai MFC. Dengan bantuan dari beberapa guru dan professor, saya berhasil membuat makalah ilmiah tersebut. Pada tanggal 30 Oktober 2021, makalah tersebut dikumpulkan lalu diseleksi sehingga diambil 20 team teratas. Hasilnya adalah, saya lolos dengan peringkat nomor 7 dan menjadi Indonesia solo team nomor 1.

Berikutnya adalah babak final dimana para peserta harus membuat presentasi berhubungan dengan makalah yang telah lolos tersebut. Proses pembuatan presentasi ini memakan waktu kurang lebih 3 hari dan latihan presentasi kurang lebih 2 hari. Pada saat babak final, saya berhasil mempresentasikannya dengan baik dan menjawab pertanyaan dari para dosen dengan lengkap. Saya sangat bersyukur dengan hasil presentasi tersebut. Lalu pada tanggal 13 Oktober 2021, diadakannya Awarding ceremony. Hasilnya adalah saya mendapatkan medali emas nomor 1.

sma2 wacho01

Bagaimana saya menggambarkan kegembiraan ini dibanding rasa bersyukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan rasa percaya dan dukungan yang sangat besar kepada saya. Terima kasih kepada bu Cahyo selaku Kepala Sekolah, juga bapak/ibu guru yang telah membimbing saya (Bu Ellya, Pak Theo, Pak Handy, Bu Theresia, Bu Astrid, Bu Puspita) atas waktu dan perhatiannya dalam menemani berdiskusi juga bimbingannya. Tak lupa syukur dan bakti saya kepada papa-mama. Saya sangat bersyukur dengan hasil yang telah saya dapatkan dan saya ingin terus mengembangkan diri dengan objek penelitian ke depannya sehingga bermanfaat meskipun pada saat situasi daring ini.

Dari proses ini saya belajar, ketika kita memulai sebuah impian, kita berupaya merancangnya dengan mata terbuka, dan fokus mengerjakannya dengan energi yang sebaik-baiknya, sabar menjalani proses, sekalipun sulit, percayalah, di perjalanan itu, kita tidak pernah sendiri, kita selalu beroleh sahabat yang mau bersama kita untuk menempuh perjalanan ini bersama, dalam suatu saat. Momen itu, tentu adalah momen yang berharga, dan kita layak untuk memperjuangkan, juga mensyukurinya…

 

 

-Thomas Sidarta Setio

SMA Kristen Petra 2

XI IPA 5/33

boost the values reap the success