| |

Belajar dari Kegagalan

OMITS 19Olimpiade Matematika ITS (OMITS) adalah kompetisi matematika beregu yang diadakan Institut Teknologi  Surabaya  dan merupakan salah satu dari kompetisi matematika tingkat nasional terbesar di Indonesia dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan. Kami, Jonathan Christian Nitisastro dan Rivaldo Billy Sebastian dari SMA Kristen Petra 2 berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi ini padahal tahun lalu, kami juga mengikuti OMITS 2018 namun gagal meraih juara.

OMITS 2019 terdiri dari 3 babak, dimulai dari babak penyisihan pada Minggu, 4 Agustus 2019. Babak penyisihan berupa pengerjaan 40 soal pilihan ganda dan 10 soal isian singkat dalam 2 jam.  Puji Tuhan, kami dapat lolos ke babak selanjutnya, walaupun dengan nilai yang pas-pasan. Setelah melihat hasil penyisihan, kami cukup terpukul dan akhirnya menyiapkan strategi untuk babak selanjutnya, karena kerja sama adalah hal yang paling penting dalam kompetisi beregu ini.

Babak berikutnya adalah Semifinal pada Sabtu, 23 Agustus 2019. Pada Semifinal ini, terdapat dua babak yaitu babak individu dengan peserta mengerjakan soal secara individu selama 90 menit dan nilainya akan di rata-rata dan babak Games dengan setiap tim akan mengerjakan soal sekaligus mengumpulkan poin games. Puji Tuhan, kami bisa melewati babak semifinal ini dengan hasil yang baik dan dapat lolos ke babak final beserta 9 tim terbaik lainnya.

OMITS 19B

Babak Final diadakan keesokkan harinya, yaitu pada Minggu, 24 Agustus 2019. Babak Final ini terdiri dari babak pengerjaan 3 soal selama 1 jam yang kemudian pengerjaan akan dipresentasikan di depan juri. Kurangnya kerja sama dalam babak ini menjadi penyebab kegagalan kami tahun lalu, sehingga kami pun menyiapkan strategi lebih baik dalam pembagian pengerjaan soal sekaligus presentasi agar tidak mengulang kejadian yang sama. Setelah melewati babak Final yang menguras tenaga ini, kami mengikuti seminar matematika sekaligus menunggu pengumuman yang akan diadakan di gedung Sawunggaling, di belakang Balai Kota. Dan akhirnya, setelah mengikuti rangkaian perlombaan dan acara OMITS ini, pengumuman juara dibacakan dan Puji Tuhan, kami berhasil meraih juara 1 sekaligus membalas lunas kekalahan kami tahun lalu. Kami sungguh bersyukur atas penyertaan Tuhan sekaligus mengucapkan terima kasih atas dukungan guru-guru dan teman-teman kami. Dari sini, ada pelajaran yang kami dapat yaitu kegagalan bukanlah akhir, namun menunjukkan bahwa ada yang harus diperbaiki dalam hidup kita agar menjadi lebih baik sekaligus betapa pentingnya kerja sama dalam sebuah tim. By Jonathan Christian Nitisastro kelas XII Ipa 2

boost the values reap the success