| |

A Journey Among the Stars

Foto pemenang GeCAA Vincent Sean Farrell SMA 2

Saya Vincent Sean Farrell, alumni SMA Kristen Petra 2 tahun 2020, mewakili Indonesia dalam Kompetisi Internasional bidang Astronomi, yaitu GeCAA (Global e-Competition of Astronomy and Astrophysics), sebagai pengganti dari IOAA (International Olympiad of Astronomy and Astrophysics) yang dibatalkan akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020. GeCAA 2020 diadakan tanggal 25-27 September 2020 diikuti oleh 279 peserta dari 90 negara.

Dalam persiapan mengikuti kompetisi ini, saya melalui banyak tahapan-tahapan seleksi, dari tingkat sekolah melalui litbang, tingkat kota, tingkat provinsi, tingkat nasional, serta 3 tahap pelatihan tingkat nasional. Tahapan-tahapan seleksi ini bertujuan untuk mendapatkan peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia, hingga akhirnya didapatkan 14 total peserta untuk GeCAA ini. Jika ditotal, seluruh tahapan seleksi ini memakan waktu 2 tahun, mulai dari saat saya masih kelas XI hingga saya menginjak jenjang perguruan tinggi. Tentunya, selama proses seleksi ini ada banyak cerita unik yang saya alami, namun hal yang paling saya ingat adalah saat melalui tahapan terakhir dari pelatihan tingkat nasional (Pelatnas) tahap 3, karena pada waktu itu saya sudah memulai perkuliahan di luar negeri yang berbeda zona waktunya 12 jam dengan Indonesia, maka akhirnya saya mengikuti pelatihan tersebut secara asinkron. Dukungan-dukungan yang diberikan oleh kakak panitia dan pembina pelatihan tersebut sangat besar sehingga saya bisa melalui pelatnas tahap ketiga tersebut dengan lancar.

Biasanya, dalam setiap tahapan seleksi akan ada peserta yang tereliminasi. Tetapi, karena kompetisi tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dan jumlah pesertanya ditambah, maka proses eliminasi berhenti pada pelatihan nasional tahap 1 dan 2 tahapan lainnya digunakan untuk pembinaan saja. Tentunya saya merasa senang setelah mengetahui hal tersebut karena saya bisa fokus belajar, dan karena sudah tidak ada eliminasi lagi, maka saya sudah dipastikan akan mengikuti GeCAA.

Saya memilih untuk mengikuti kompetisi ini dari rumah untuk menghindari resiko penularan COVID-19. Berlangsung selama 3 hari, materi kompetisi terbagi dalam beberapa ronde yakni ronde Teori, Analisis Data, dan Observasi. Selama berjalannya lomba tidak ada kendala teknis, seperti listrik, jaringan internet maupun hardware, semuanya lancar, tetapi saat mengerjakan soal-soal di setiap ronde, saya mengalami kesulitan menjawab dan menyelesaikannya. Namun saya tetap bertekad mengerjakan sebaik mungkin. I’ll do my best, and let God do the rest.

Satu bulan berlalu, saat pengumuman tiba, teringat kembali perjuangan menyelesaikan soal-soal dan ketidakyakinan atas pencapaian nilainya, membuat saya takut akan mengecewakan banyak pihak, galau, nervous, campur aduk perasaan ini, sehingga jantung berdebar kencang hingga akhirnya saya melihat nama saya tercantum mendapat Bronze Medal. Saat itu, langsung plong rasanya, ya, betul, sangat bahagia rasanya karena sudah tidak terbeban dengan pikiran itu lagi. Hasil ini mungkin kurang memuaskan tetapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin dengan penyertaan Tuhan, serta dukungan dari orang tua, Kepala Sekolah, guru-guru di sekolah, pembina Litbang, pembina Pelatnas serta orang-orang di sekitar saya. Saya mengucap syukur pada Tuhan dan terima kasih sebesar-besarnya pada orang tua yang tidak pernah berhenti percaya pada saya, Kepala Sekolah, bapak/ibu guru dan pembina-pembina yang sudah sabar dalam membina saya.

Akhir kata, saya berpesan pada teman-teman untuk selalu berjuang, jangan pernah menyerah, meskipun sepertinya terlihat seperti tidak ada jalan, karena jika kita percaya pada Tuhan, Ia akan membuka jalan bagi kita.

Ditulis oleh :
Vincent Sean Farrell
Alumni kelas XIIA1/32

boost the values reap the success