| |

47th International Chemistry Olympiad

47th International Chemistry Olympiad adalah event internasional satu-satunya yang pernah saya ikuti. IChO tahun ini dilaksanakan di Baku, Azerbaijan dengan penyelenggara Moscow State University, Baku Branch. Setelah seleksi tiga tahap untuk 30 peraih medali OSN 2014, saya beserta 3 murid lainnya dapat mewakili Indonesia untuk IChO ke 47 tersebut. Ini merupakan suatu kebanggaan maupun tanggung jawab bagi saya untuk memberikan yang terbaik untuk sekolah maupun negara. Selama 4 minggu, kami berempat diberi pelatihan intensif dI Institut Teknologi Bandung untuk mempersiapkan diri mengadapi 47th IChO. Dan pada akhirnya, pada tanggal 19 Juli 2015, saya beserta 3 teman saya dan dosen-dosen pembimbing yang akan menjadi mentor berangkat ke Baku dengan Turkish Airlines.

Pada tanggal 20 Juli, kami transit di Istanbul selama 3 jam. Pada saat kami memasuki pesawat menuju Baku, kami bertemu dengan beberapa peserta dari Brazil, Singapore, Belanda, dan China. Mereka juga pergi ke Baku dengan pesawat yang sama. Setelah sampai di Baku, kami disambut panitia olimpiade. Setelah itu kami dibawa ke hotel Holiday Inn untuk registrasi. Pada saat registrasi, semua gadget disimpan oleh panitia untuk mencegah komunikasi dengan mentor. Setelah itu, kami dipisah dengan mentor kami. Kami dipindah ke Crescent Beach Hotel, tempat tinggal kami selama olimpiade berlangsung, yang memiliki pemandangan indah Laut Kaspia. Malamnya, kami agak bingung juga karena pada malam hari, langit di Baku masih terang. Padahal sudah pukul 9 malam tapi akhirnya perlahan – lahan langit gelap.

Esok harinya (21 Juli), kami pergi ke Heydar Aliyev Center untuk mengikuti acara pembukaan olimpiade. Selama 2 jam, kami disajikan dengan tarian dan lagu khas Azerbaijan. Selain itu, kami juga mendengarkan kata sambutan dari presiden IChO ke 47, yaitu Nargiz Pashayeva dan ketua komite IChO, Duckhwan Lee. Setelah acara pembukaan, kami dijamu makan siang dan akhirnya kembali ke hotel. Malam harinya, panitia mengadakan disco party. Tetapi saya beserta beberapa peserta dari Iran, Turki, dan negara lainnya bermain sepak bola.

Hari ketiga di Baku (22 Juli), kami diajak ke Old City, yaitu bagian kota yang memiliki bangunan-bangunan tua. Di Old City terdapat Maiden Tower, ikon kota Baku. Di atas Maiden Tower, kami dapat melihat seluruh kota Baku. Kami dapat melihat Flame Towers, yaitu gedung dengan bentuk api. Gedung ini terinspirasi dari kota Baku yang merupakan Land of Fire, karena terdapat banyak ladang minyak di bawah kota tersebut. Sore harinya, kami diberikan technical meeting untuk praktikum esok harinya.

Pada hari keempat (23 Juli), kami mengikuti tes praktikum. Tes praktikum terdiri dari tiga soal, yaitu organik, analitik, dan kinetika dan dikerjakan selama 5 jam. Pada awalnya, saya merasa percaya diri untuk tes organik dan tes ini memiliki poin besar. Tetapi, saya melakukan kesalahan pada saat distilasi vakum sehingga saya menghabiskan hampir tiga jam untuk tes ini. Karena itu, masalah ini juga berimbas pada tes analitik dan kinetika. Saya hanya mendapat beberapa poin di tes analitik dan hampir tidak mendapat poin di tes kinetika. Setelah praktikum, saya cukup sedih karena banyak peserta lainnya yang dapat menyelesaikan 2 tes. Tetapi saya sadar bahwa saya belum mengikuti tes teori, sehingga saya masih memiliki kesempatan untuk meraih hasil yang baik.

Esoknya (24 Juli), panitia mengajak kami untuk mengunjungi museum karpet dan museum seni. Kami mengunjungi museum karpet karena Azerbaijan terkenal akan karpetnya. Kami juga melihat karya dari Salvador Dali di museum seni. Malam harinya kami diberikan free time. Saya memanfaatkannya untuk istirahat karena esok harinya adalah tes teori.

Tanggal 25 Juli merupakan hari penentuan lebih dari setengah skor total olimpiade, yaitu tes teori. Tes teori ini terdiri dari delapan soal. Saya mengusahakan yang terbaik demi tes teori tersebut, tetapi saya tidak dapat mengerjakan dua soal kimia fisika sehingga skor saya kurang maksimal. Setelah tes, saya merasa cukup kecewa dengan apa yang telah saya kerjakan. Malam harinya, kami bertemu kembali dengan mentor di Gyulyustan. Kami juga mendapat kembali gadget yang sebelumnya diamankan.

Pada hari ketujuh (26 Juli), kami pergi ke Ferris Wheel. Ferris Wheel tersebut terletak di dekat Laut Kaspia, sehingga kami mendapat pemandangan yang indah. Siang dan sore harinya kami diberikan waktu bebas di hotel, sehingga kami berempat bermain tenis meja dan sepakbola. Esok harinya, kami mengunjungi National Museum of Azerbaijan History. Museum ini memiliki banyak benda-benda bersejarah yang unik. Setelah itu, kami diajak oleh panitia menuju Megafun (suatu tempat bermain). Di tempat ini kami bermain untuk melepas beban pikiran tentang apa hasil yang akan kami terima.

Tanggal 28 Juli merupakan hari yang sangat mendebarkan bagi kami berempat maupun mentor, karena hari itu adalah hari pengumuman perolehan medali IChO ke 47. Sebelum pengumuman, acara ditutup oleh presiden IChO ke 47. Pada acara penutupan, disajikan tarian dan nyanyian khas Azerbaijan, serta video yang menampilkan acara-acara yang kami jalani selama 8 hari di Baku. Setelah itu, hasil perolehan medali dibacakan. Puji Tuhan saya memperoleh medali perunggu secara keseluruhan Tim Indonesia meraih 2 perak dan 2 perunggu. Tim Indonesia senang dengan perolehan medali tersebut, meskipun saya cukup kecewa karena hasil yang saya raih tidak sesuai target. Tetapi, saya harus bersyukur atas apa yang saya miliki, sehingga saya dapat merasa puas dengan pencapaian saya.

Pada hari terakhir, kami mengunjungi Duta Besar Indonesia di Azerbaijan. Kami saling berbagi cerita tentang apa yang kami alami selama olimpiade. Malamnya, kami menuju Heydar Aliyev Airport dan pulang dari Azerbaijan. Saya mengucap syukur kepada Tuhan, karena memberikan saya pelajaran hidup yang sangat berharga selama seleksi nasional maupun IChO. Selain itu, saya juga berterima kasih kepada orang tua, saudara, teman dan bapak – ibu guru yang telah mendukung saya selama olimpiade dan menyemangati saya agar tidak mudah menyerah demikian juga untuk Litbang Petra yang telah ikut membimbing saya melalui litbang . Akhir kata, to be persevered is important to everybody. Don't give up, don't give in. There's always an answer to everything.

Flame-Towers.jpgkevin-liyanto2.jpgfoto-bersama.jpgMoscow-State-University.jpgkevin-liyanto.jpg

The 8th Chinese Bridge

Da Jia Hao! Perkenalkan nama kami, Evelyn Gunawan (XI IPA-3) dan David Alexander Guillym (X IPA-1) dari SMA Kristen Petra 2, ingin berbagi pengalaman tentang keikutsertaan kami dalam lomba ketangkasan berbahasa Tionghoa Chinese Brigde tingkat SMA ke-8. Lomba ini merupakan lomba berskala internasional yang diadakan oleh 国家汉办 (The Chinese Language Council Internasional).

Untuk lomba tingkat provinsi di Jawa Timur, Guojia Hanban bekerja sama dengan Lembaga Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghua Jawa Timur dan Progam Studi Sastra Tionghua Universitas Kristen Petra. Lomba Tingkat provinsi Jawa Timur diadakan selama dua hari (24-25 April 2015) di Universitas Kristen Petra, Surabaya. Lomba ini meliputi tes tulis pada 24 April 2015 yang menguji pengetahuan peserta tentang budaya China seperti upacara adat, pakaian adat, tokoh-tokoh sejarah, dll. Kemudian dilanjutkan dengan lomba pidato dengan tema 我的中国梦 (My Chinese Dream) dan talent show pada tanggal 25 April 2015.

Dalam lomba pidato dan talent show penilaian diberikan oleh 3 juri. Penilaian untuk pidato meliputi artikulasi, penyampaian isi pidato, pembawaan, kelancaran, dan ketepatan waktu (Jika kurang dari 80 detik atau lebih dari 90 detik, nilai akan dipotong). Sedangkan untuk talent show yang dinilai adalah penguasaan talenta dan keunikan. Dalam babak talent show ini Evelyn mengolaborasikan 3 keahlian yaitu menyanyi (lagu daerah Tiongkok dari suku Miao berjudul 大地飞歌 (Da Di Fei Ge), menari (tarian daerah khas suku Miao) dan menulis kaligrafi china (menulis huruf 舞, yang mempunyai arti tarian). Sedangkan David menampilkan 孙悟空 atau yang lebih dikenal dengan kera sakti dengan perpaduan wushu dan menyanyi lagu kera sakti. Dalam babak provinsi ini kami berhasil meraih juara 1 (David) dan juara 2 (Evelyn).

Untuk lomba tingkat nasional, Guojia Hanban bekerja sama dengan Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jakarta dan Universitas Al-Azhar Indonesia. Lomba tingkat nasional diadakan dua hari (15-16 Mei 2015) di Jakarta. Pada hari pertama, yaitu tanggal 15 Mei 2015 kami mengikuti tes tertulis. Sama dengan tingkat provinsi, juga dilanjutkan dengan pidato dan talent show pada keesokan harinya (16 Mei 2015). Penilaian diberikan oleh 5 juri dengan kriteria penilaian yang sama dengan tingkat provinsi. Namun pada tingkat nasional ini ada babak tambahan yang dilombakan, yaitu jawab pertanyaan bebas dari para Juri mengenai pidato dan talent show. Kesulitan pada babak tambahan ini adalah pada tipe pertanyaan juri yang kadang-kadang bersifat subyektif.

Waktu uji pertanyaan lisan selesai sudah akhirnya sampailah pada pengumuman pemenang. Melihat lawan yang cukup berat sempat gamang juga tetapi Puji Tuhan, akhirnya dalam lomba tingkat nasional ini David meraih juara 1 dan Evelyn meraih juara 2. Keberhasilan ini tentu tidak luput dari campur tangan Tuhan, dukungan orang tua dan semangat dari guru-guru. Semoga lomba ini bermanfaat bagi kami pada masa yang akan datang.

Thanks God above all, all the support from our friends and our beloved teachers...

 

4.jpg1.jpg3.jpg2.jpg

POP Singer Widya Mandala

Puji Tuhan dan sangat tidak menyangka! Itu adalah satu-satunya ekpresi yang saya keluarkan saat saya. Monica Angelinda dari SMA Kristen Petra 2 Surabaya dinyatakan sebagai juara pertama dalam lomba se-Surabaya dan Sidoarjo yaitu Sekretarial Week yang diadakan oleh Akademi Sekretari Widya Mandala dalam lomba English Pop Singer Competition pada tanggal 10 April 2015 lalu.

Awa;nya saya sempat ragu untuk mengikuti lomba ini, karena waktu persiapan yang singkat membuat saya takut jika tidak memiliki persiapan yang cukup. Tetap saya tetap meyakinkan diri dan terus berdoa agar saya bisa menampilkan yang terbaik di dalam lomba ini.

Saya berlatih dan terus berlatih dengan bantuan masukan-masukan dari guru vocal di sekolah.

Lomba ini tidak memilii babak penyisihan, jadi pemenang ditentukan pada hari itu juga. Bersaing dengan peserta lain yang juga mengikuti lomba ini tidaklah mudah. Karena banyak dari mereka sudah mempersiapkan diri jauh sebelum lomba ini diadakan, sudah memiliki jam terbang yang lumayan padat. Saat itu saya merasa agak pesimis, apakah dapat memenangkan lomba ini ataukah tidak. Tapi saya berpikir, kalah menang itu adalah hal biasa, yang terpenting adalah kita sudah berusaha sebaik-baiknya.

Dalam lomba tersebut terdapat 3 orang juri. Juri yang pertama merupakan guru paduan suara di Akademi Sekretari Widya Mandala, juri kedua merupakan guru pengajar vokal di Ahmad Dhani Rock School Surabaya, dan juri ketiga merupakan seorang pengamat musik. Suasana saat lomba berlangsung , terasa tegang karena seluruh peserta ingin menampilkan yang terbaik di atas panggung. Tetapi kami memiliki cara tersendiri untuk merilekskan pikiran kami.

Suasana lebih tegang lagi saat detik-detik pengumuman. Kami semua berharap bisa menang, tetapi tetu saja dalam perlombaan ada yang menang dan ada yang kalah. Dan puji Tuhan, sangat tidak disangka kalau saya ternyata meraih juara pertama. Bersyukur kepada Tuhan Yesus karena semua ini tidak lepas dari pertolongan Tuhan. Kedepannya saya akan terus berusaha mengembangkan kemampuan saya agar menjadi lebih baik lagi.

Tuhan memberkati

English Speech Contest

Pada tanggal 17 April 2015 kemarin, saya, Stella kelas XI Ipa 4 mengikuti lomba English Speech yang diadakan oleh Universitas Widya Mandala dengan topik “How the Youth Of Indonesia Prepare Themselves in Facing the ASEAN Economic Community”. Pada awalnya, ketika saya mengetahui topik tersebut, saya merasa bingung karena jujur saja saya tidak pernah mengatahui tentang berita-berita ekonomi yang ada di Indonesia, apalagi tentang AEC. Tetapi kemudian, saya melakukan research di internet, juga mendapat bantuan dari teman-teman serta guru bahasa Inggris saya, dan akhirnya naskah speech saya jadi tepat sehari sebelum hari H. Seharian saya berlatih dan menghafalkan naskah. Keesokan harinya, pada hari H, saya pulang sekolah lebih awal karena lomba diadakan pada jam 10 pagi. Sesampainya di Universitas Widya Mandala, saya mengambil nomor urut, yaitu nomor 7 dan langsung duduk di tempat peserta. Saat menunggu giliran maju, saya sangat grogi, tetapi saya berdoa agar saya bisa memberikan yang terbaik. Akhirnya, setelah giliran saya selesai, yang saya ingat adalah saya kembali ke tempat duduk dengan perasaan puas. Tetapi setelah melihat penampilan peserta lainnya, saya menjadi minder karena mereka semua tampil dengan sangat bagus.

Sekitar jam 4 sore, tiba-tiba MC acara mengumumkan pemenang dari lomba English Speech. Juara 3 dan 2 pun dibacakan dan saya sudah berpikir bahwa saya tidak mungkin menang, tiba-tiba nama saya disebut sebagai juara 1. Saya berteriak senang, dan senyum tidak bisa lepas dari wajah saya. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan untuk menang, tidak lupa juga saya berterimakasih kepada guru, teman, dan orang tua saya yang terus memberi support kepada saya.

english_speech.jpg

Greeting Card Design

Mengucapkan selamat hari raya dengan menggunakan sms atau instant message, tentunya masih kalah bervariasi dibandingkan dengan kartu ucapan. Melalui Greeting Card Design Competition yang diadakan oleh lembaga Alfalink ini, saya, Vinski Claresta dari SMA Kr. Petra 2 Surabaya berniat untuk mencoba membuat desain kartu ucapan. Saya mengetahui adanya lomba ini berdasarkan informasi dari guru coordinator lomba yaitu Bu Dewi dan keterangannya tertera di website Alfalink. Saya tertarik karena sebelumnya saya tidak pernah mengikuti lomba design, hanya lomba menggambar biasa saja. Karena itu saya juga sempat pesimis apakah bisa membuatnya, namun saya pikir tidak ada salahnya untuk mencoba. Pengumpulan karya digital design via email berlangsung pada bulan Desember 2014.

Pada awalnya saya bingung menentukan ucapan hari raya apa yang akan saya buat, namun akhirnya saya memutuskan membuat kartu ucapan Merry Christmas karena sesuai dengan suasana natal pada saat itu. Saya menggambar sendiri bagian-bagian kartu untuk menonjolkan originalitas karya, lalu discan dan lantas diedit menggunakan Photoshop. Saya sangat senang ketika mengetahui dari website alfalink bahwa karya saya terpilih menjadi salah satu dari 10 finalis. Karya-karya finalis akan dipajang di pameran pendidikan Alfalink, tanggal 18 Januari 2015 di Hotel Sheraton, karena lomba ini merupakan rangkaian dari pameran pendidikan internasional tersebut.

Ada 2 juara yang akan dipilih, yaitu 1st Winner yang dipilih oleh para juri dan juara favorit yang dipilih berdasarkan vote dari para pengunjung. Sambil menunggu pameran karya saya, saya juga berkeliling mengikuti pameran tersebut menjelang pengumuman pemenang pada jam 6 sore. Saya cukup gugup karena finalis lainnya beragam semua, ada yang kartu lebaran, kartu paskah, bahkan kartu ucapan Chinese new year. Apalagi ketika juara favoritnya disebutkan terlebih dahulu, pemenangnya bukan saya, sempat hati ini ciut juga… Namun ternyata puji Tuhan berikutnya nama saya disebut sebagai 1st winner woow…surprise, kemudian saya diajak foto bersama dengan perwakilan dari North Seattle College, mitra penyelenggara lomba ini. Saya berterimakasih pada bapak ibu guru, orang tua, temanyang telah mendukung dan memberi motivasi pada saya dan tentunya puji syukur kepada Tuhan yang telah memberi talenta mendesign pada saya, untuk ke depannya melalui kemenangan ini akan saya pakai untuk mengembangkan kemampuan diri lebih baik lagi…

design-kartu.pngvinski.png

boost the values reap the success