| |

7 Emas di Tahun ke 7

Jadi, kami memulai mading tahun ini dengan mendapatkan tema besar yaitu surprise. Dalam waktu kurang lebih dua minggu kami mempersiapkan tema dan konsep untuk pembuatan mading yang akan digunakan. Akhirnya, kami memutuskan untuk mengambil tema Road Of a Revelation untuk mading 3D dengan design van yang menggambarkan perjalanan hidup kita yang penuh dengan kejutan, dan Surpology untuk mading 2D yang berarti ilmu yang mempelajari tentang surprise beserta design laboratory. Dengan dibagi menjadi dua kelompok, MADING 2D dan 3D kami menyelesaikan mading ini dalam waktu kurang lebih 2 bulan.

Persiapan ini kami awali dengan pembuatan sketsa design beserta dengan ukuran skala yang akan kami buat. Setelah itu, kami mulai membuat berbagai benda pernak pernik pengisi madding dari gabus. Pada pertengahan oktober akhirnya kami sudah mulai mengecat benda benda dari gabus yang telah kami buat. Dalam pembuatan mading ini tidak selalu berjalan mulus, kami juga mendapatkan banyak kendala. Misalnya, masalah ukuran triplek hingga tentang perbedaan pendapat. Nah, meskipun menghadapi banyak problem, kami menyelesaikan bersama-sama dan tentunya dengan dukungan doa.

Seminggu sebelum pengumpulan, kami menggunakan waktu yang ada dengan semaksimal mungkin. Kami mulai melakukan finishing, baik dengan mesin ataupun merapikan cat-cat agar terlihat lebih detil.

Akhirnya hari pengumpulan tanggal 4 November pun tiba. Kami merasa sangat tegang karena masih banyak hal yang harus diselesaikan. Tetapi, thanks God akhirnya kami tetap bisa menyelesaikan mading tersebut tepat pada waktunya. Pukul 8 malam kami mulai mengangkat mading kami dengan truk dan pukul 9 malam kami tiba di loading dock Supermal Pakuwon Indah Surabaya. Perasaan kami sangat lega karena berhasil memindahkan mading dengan selamat.

Perjuangan kami belum selesai sampai disitu. Esok harinya setelah pengumpulan, kami datang ke PTC pukul 12 siang untuk melakukan beberapa perbaikan. Hari itu, kami sangat cemas karena mendapat masalah yaitu kami tidak diperbolehkan masuk karena tidak memiliki kartu siswa untuk registrasi. Dengan waktu yang terbuang, kami semua semakin merasa tegang. Tetapi, Thanks God again, kita diperbolehkan masuk tanpa menggunakan kartu siswa. Suasana saat perbaikan akhir sempat membuat kami khawatir karena takut tidak dapat menyelesaikan karya mading tepat pada waktunya. Tepat pukul 6 sore, waktu yang diberikan untuk perbaikan akhir habis dan mading kami selesai. Yeyyy…, kami sangat lega dan senang.

UBS DetEksi-Con 2K14 berlangsung selama 10 hari, mulai dari 7 November – 16 November. Selama 10 hari tersebut, kami bergantian menjaga mading. Lomba DetEksi-Con Tidak hanya mading, kami juga berpartisipasi dalam semua supporting event yang diadakan DetEksi-Con. Supporting event tersebut antara lain, UBS Jewerly Design, School Campaign, Wallpaper, Mading on the spot, Red E model deteksi dan lain lainnya dan yang menjadi modal utama kami adalah effort maksimal dalam setiap kompetisi yang kami ikuti.

Tiba saatnya hari terakhir UBS DetEksi-Con 2K14, sekaligus hari pengumuman. Kami semua mulai merasakan ketegangan, namun kami tetap optimis. Perasaan tegang kami semakin memuncak pada saat pengumuman kemenangan mulai di bacakan. Satu persatu pemenang tiap kategori mulai diumumkan. Puji Tuhan, kami berhasil memperoleh 7 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu. Tentu perasaan haru sekaligus bahagia mulai meluap, namun kami masih belum bisa lega. Hingga akhirnya pengumuman Best School dibacakan oleh MC (Master of Ceremonies). Dimulai dari perolehan juara ke-3 yang diraih oleh SMAN 1, Juara ke-2 oleh SMA St. Louis 1 dan predikat Best School 1 diraih oleh SMA Kristen Petra 2. Rasa haru atas kerja keras kami selama 2 bulan terakhir, sudah tidak terbendung. Serentak kami semua menangis terharu, kerja keras kami ternyata tidak sia-sia.

Berhasil meraih predikat Best School 1 pada tahun ini, memang membuat kami bahagia dan puas, namun sekaligus menyulutkan semangat kami untuk tetap meneruskan kemenangan yang sudah berjalan selama 7 tahun terakhir. Untuk tahun depan kami juga akan memberikan yang terbaik. We fight, we win we are the winner!

surpology.jpgMading_3D_2.jpgCreativeArtwork_SMA-Petra-2_Kevin-Wibowo-dan-Kezia-Christyfani_353.jpgMading_3D_1.jpgUBSJEWELRY_SMA PETRA 2_ KESHIA S&MICHELLE T.jpgbest_school.jpg

Olimpiade Matematika Vektor Nasional (OMVN)

Olimpiade Matematika Vektor Nasional adalah salah satu olimpiade bergengsi yang ditunggu-tunggu penggemar matematika setiap tahunnya, lomba ini diadakan oleh jurusan FMIPA Matematika Universitas Negeri Malang dan diadakan untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Banyak sekolah dari seluruh Indonesia yang turut mendaftarkan siswa-siswinya untuk lomba ini. Tanggal 28 September 2014 adalah tanggal babak penyisihan yang diselenggarakan di berbagai rayon (rayon Surabaya diadakan di ITS). Pada babak penyisihan tersebut, telah lolos 65 orang dari seluruh rayon untuk mengikuti babak selanjutnya. Puji Tuhan, SMA Kristen petra 2 untuk kategori perorangan yang lolos saya, Fransisca Andriani kelas XI MIPA 2, Stevans XI MIPA 1, Jefferson Caesario XII IPA 3 dan Alan XII IPA 1 sedangkan untuk kelompok beregu yang berhasil lolos Jefferson Caesario XII IPA 3 dan Alan XII IPA 1.

Babak semifinal dihelat pada tanggal 11 Oktober 2014 di gedung Matematika Universitas Negeri Malang. Babak semifinal terdiri dari 20 soal isian dan 5 soal uraian, dengan durasi waktu 3 jam. Semula saya agak pesimis karena belum sempat memeriksa ulang hasil pekerjaan saya. Tetapi saya tetap berharap pada Tuhan. Ternyata saya berhasil lolos ke babak final bersama Stevans, Jefferson dan Alan.

Pada hari berikutnya yaitu tanggal 12 Oktober 2014 babak final berlangsung seru karena saya harus bersaing dengan finalis lainnya dari berbagai sekolah di Indonesia termasuk juga dari sekolah sendiri. Babak final terdiri dari 5 soal uraian yang cukup berat dan harus kami selesaikan dalam waktu 3 jam. Kali ini saya benar-benar tidak yakin dengan hasil pekerjaan saya karena saya hanya berhasil mengerjakan 3 dari 5 soal sedangkan 2 nomor sisanya saya kerjakan sebisanya. Setelah babak final perorangan, diselenggarakan juga babak final beregu yang bertema cepat-tepat dan lelang nilai. Babak ini berlangsung seru karena pendamping dan peserta lain yang tidak berpartisipasi dalam kategori beregu bisa ikut menyaksikan dan mendukung tim-tim yang maju ke babak final beregu ini. Regu dari sekolah kami menjawab-soal-soal dengan cekatan dan cepat. Akhirnya tibalah saat pengumuman yang kami tunggu-tunggu. Puji Tuhan saya mendapat juara 1 dan Alan sebagai juara 3 sedangkan untuk beregu Jefferson dan Alan meraih juara 1 juga. Sebagai hadiahnya, kami mendapat trophy dan uang pembinaan. Terima kasih kepada Tuhan yang telah memberkati kami dengan kemenangan ini, terimakasih juga kepada Petra yang telah memberi saya kesempatan dan pelatihan sehingga kami bisa memenangkan olimpiade ini.

OMVN2.jpgOMVN1.jpg

International Earth Science Olympiad (EISO)

Pada awalnya saya tidak begitu tertarik dengan ilmu kebumian, karena saya mengira ilmu kebumian mempelajari hal-hal yang tidak penting. Tetapi setelah menekuni akhirnya saya sadar bahwa hal-hal tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa jika kita fokus mempelajarinya. Perjalanan saya diawali sejak OSK, OSP, OSN, pelatnas I tahun 2013, pelatnas II dan pelatnas III tahun 2014 setiap pelatnas butuh waktu 1 bulan. Setelah lolos pelatnas kebumian tahap 3 yang diadakan sekitar bulan Mei yang baru lalu, saya Gunawan Setiawan kelas XII IPA SMA Kristen Petra 2 bersama tiga teman lainnya berhak mewakili Indonesia untuk mengikuti IESO (International Earth Science Olympiad) yang diadakan di Santander, Spanyol. Pada hari Sabtu 20 September 2014 setelah 2 minggu persiapan di bandung kami tim Indonesia berangkat menuju Santander. Ketika itu tim Indonesia terdiri dari 7 orang, 4 merupakan peserta sedangkan 3 lainnya sebagai mentor. Dalam perjalanan, kami harus transit dahulu ke Qatar dan Madrid. Kami tiba di Santander hari Minggu sekitar pukul 3 sore. Setelah check in di hotel, kami segera pergi ke pantai untuk melakukan observasi, untuk berjaga-jaga apabila diadakan tes praktek.

Beda waktu antara Santander dan Surabaya adalah 6 jam, tapi karena ada DST (Daylight Saving Time) perbedaan waktunya hanya menjadi 5 jam. Hal ini cukup membuat kami kerepotan, oleh karena itu tim Indonesia tiba di sana sehari sebelum lomba dimulai agar dapat beradaptasi dengan lingkungan.

Keesokan harinya, kami segera menuju ke tempat lomba dan check in di sana. Untuk siswa disediakan Dormitory, sedangkan untuk mentor disediakan hotel di Palacio de la Magdalena. Lokasi antara Dormitory siswa dan hotel mentor tidak terlalu jauh, kurang lebih 10 menit berjalan kaki. Setelah check in, seperti hari sebelumnya kami langsung melakukan observasi lingkungan. Hari pertama tidak ada acara apa-apa. Saya kebetulan sekamar dengan peserta dari Norwegia.

Hari kedua, ada pembukaan. Sorenya ada lomba sand sculpture, kami diminta untuk membuat bentukan alam atau bangunan tertinggi yang ada di negara masing-masing. Awalnya kami ingin membuat gunung, tapi melihat tim-tim lainnya juga membuat gunung kami membatalkan niat kami. Akhirnya kami membuat candi Borobudur. Kami membuat candi karena ingin berbeda dengan peserta negara lain, sebetulnya kami agak pesimis jika melihat tim lain, yang sudah menghasilkan bangunan sangat tinggi. Akhirnya pemenangpun dibacakan dan tanpa kami duga sebelumnya ternyata tim kami yang menang. Ada surprise lain, seorang juri dari Amerika yang pernah berkunjung ke Borobudur, dia sedikit bercerita tentang Borobudur. Hal itu membuat peserta-peserta dari negara lain menjadi tertarik dan bertanya-tanya kepada kami mengenai Borobudur, jadi akhirnya kami berkesempatan mengenalkan Negara Indonesia melalui Candi Borobudur.

Hari ketiga, kami diajak untuk Geofieldtrip. Sekitar jam 9 pagi kami sudah bersiap-siap untuk berangkat. Pertama-tama kami dibawa ke sebuah Uuiversitas geologi dan setelah 1 jam melihat-lihat, kami diajak untuk menanam tanaman di belakang universitas tersebut. Kemudian kami diajak melihat bekas penambangan tembaga dari kejauhan, di sana kami dijelaskan batu-batuan apa saja yang ada di sana beserta struktur geologinya. Karena kami merasa hal ini penting maka kami mencatat semua yang diterangkan. Setelah itu kami pergi ke museum. Perjalanan kali ini cukup melelahkan sehingga membuat kami ingin segera kembali beristirahat. Sekitar pukul 21.00 kami tiba di penginapan dan langsung makan malam.

Hari keempat, hari di mana tes akan dilaksanakan. Tapi sebelum tes, ada acara ITFI (International Team Field Investigation) di mana kami dibagi menjadi beberapa tim. Tiap tim beranggotakan peserta dari negara yang berbeda-beda. ITFI bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara peserta. ITFI dilaksanakan dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Tes-pertama diadakan pukul 4 sore. Sebelum soal dibagikan, panitia mengumumkan bahwa tahun ini soal kebumian dikurangi. Waktu pengerjaan tesnya 1,5 jam. Tes-2 dimulai pukul 18.30. Perlu diketahui untuk setiap tes kami diberikan 2 soal, 1 soal berbahasa inggris dan 1 soal berbahasa sesuai dengan asal negara peserta, yang sebelumnya telah diartikan oleh mentor mereka masing-masing. Mentor kami tidak mengartikan secara keseluruhan dan hanya mengartikan yang mereka anggap sulit saja.

Hari kelima ada 3 tes, tes ketiga dimulai pukul 9.00 dan tes ke-4 dimulai pukul 11.30. Soal berbahasa Indonesia kali ini lebih baik dari sebelumnya. Tes ke-5 dimulai pukul 15.30, tes kali ini bukan tes tulis tetapi tes praktek. Dalam tes ini disediakan beberapa pos dan kami harus mengikuti semua urutan dalam pos, pada tiap pos kami diberi waktu 5 menit untuk menyelesaikan soal yang ada. Akan tetapi waktu 5 menit tersebut bukan hanya ketika kami mengerjakan soal, tapi waktu tersebut sudah mulai dihitung sejak kami berangkat dari pos sebelumnya. Menurut saya tes ini yang paling menantang, karena kami diharuskan untuk berpikir cepat dalam keadaan lelah. Alat-alat yang ada di sana sedikit berbeda dengan yang ada di Indonesia sehingga ketika kami diminta untuk mengukur, kami harus terlebih dahulu mempelajari cara untuk menggunakan alat tersebut.

Hari keenam, kami ditugaskan menyelesaikan ITFI. Sekitar pukul 15.00 ITFI mulai dipresentasikan di depan para juri dan para mentor. Setelah itu diadakan voting best companion.

Hari ketujuh, upacara penutupan, sebelum pengumuman medali, dibacakan terlebih dahulu untuk hasil ITFI. Tim saya berhasil mendapatkan The Best Collaborative Attitude. Dan akhirnya peraihan medalipun dibacakan, saya berhasil mendapat medali perunggu. Thanks God.

Dari IESO ini banyak hal yang telah saya peroleh selain ilmu, pengalaman dan teman, perasaan Nasionalisme terhadap negara kami menjadi makin bertambah. Apa yang telah saya peroleh ini semuanya adalah berkat Tuhan Yang Maha Esa, dosen pembimbing, senior-senior yang selalu memberi saya saran, guru-guru di sekolah, Litbang dan tentunya keluarga yang telah memberi dukungan.

IESO4.jpgIESO1.jpgIESO3.jpgIESO2.jpg

Road to Mataram

Olimpiade Sains Nasional 2014 merupakan event terbesar nasional yang diikuti siswa Tim Olimpiade Petra 2014. Setelah lolos dari seleksi tingkat kota dan provinsi, kami (10 siswa) berhasil lolos ke tingkat nasional. Ini merupakan suatu kebanggaan serta tanggung jawab bagi kami untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah, kota dan provinsi. Selama sebulan, kami mengikuti berbagai pelatihan dari Petra dan Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk mempersiapkan diri menghadapi OSN 2014. Dan akhirnya, pada tanggal 1 September 2014 kami bersama dengan rombongan kontingen Jawa Timur berangkat ke Mataram. Setelah tiba di Bandara Internasional Praya Lombok, kami menuju Hotel Lombok Raya dan Hotel Lombok Garden. Seluruh peserta di bagi dalam kamar-kamar dengan peserta dari daerah lain dengan tujuan supaya kami mendapat teman-teman baru dari seluruh Indonesia. Setelah pembagian selesai, semua peserta dipersilahkan menikmati acara bebas.

Esok harinya, kami mengikuti acara pembukaan OSN oleh Direktorat Jendral Pendidikan Menengah Prof. Dr. Ir. Ahmad Jazidie, M.Eng. Berlanjut ke technical meeting, kami mendapat penjelasan mengenai aturan dan tata cara mengerjakan soal soal dan tugas-tugas yang akan diberikan selama 2 hari kedepan.

Pada tanggal 3 September, semua bidang melaksanakan tes teori, kecuali kimia dan astronomi. Kedua bidang ini melaksanakan tes praktikum. Hari kedua tanggal 4 September, bidang fisika melaksanakan tes praktikum sedangkan untuk bidang matematika, kimia, dan astronomi mengikuti tes teori.

Tanggal 5 September, 1 hari setelah tes, kami semua dapat bernafas lega untuk sesaat. Hari ini seluruh peserta OSN berekreasi ke Taman Narmada dan Pantai Senggigi. Di sana kami diberi kesempatan bermain bersama teman-teman dari seluruh Indonesia seperti bermain sepak bola, berenang, dan lainnya. Kami merasa sangat gembira meskipun ada rasa khawatir akan hasil tes pada hari-hari sebelumnya.

Tanggal 6 September merupakan hari yang sangat mendebarkan bagi kami, karena pada hari ini akan dibacakan daftar peraih medali untuk peserta OSN. Sebelum pengumuman, acara ditutup oleh Menteri Pendidikan M. Nuh. Pada acara penutupan ini disajikan beberapa tarian dan lagu khas NTB dan video pendek yang menampilkan acara-acara yang telah kami lalui pada hari sebelumnya. Setelah itu, hasil perolehan medali dibacakan. Sekolah kami memperoleh 4 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu. Empat medali emas diraih oleh Jefferson Caesario I. (Matematika), Raymond Ho (Fisika), Agus Sentosa H. (Komputer), dan Kevin Liyanto (Kimia). Dua medali perak diraih oleh Gunawan Setiawan dan Aaron Dwi Caesar O. (Astronomi). Tiga medali perunggu diraih oleh Stevans Christian (Matematika), Alan Darmasaputra T. (Kimia), dan Lewi Setiabudi Y. (Ekonomi). Kami merasa sangat bahagia karena hasil yang sangat bagus pada OSN tahun ini. Meskipun begitu, kami juga sedih karena harus berpisah dengan beberapa teman dari provinsi lain.

Pada hari terakhir, yaitu tanggal 7 September, rombongan kontingen Jawa Timur pulang dari Mataram kembali menuju Surabaya. Di bandara, para siswa disambut oleh guru, teman, serta orang tua. Kami merasa lega karena dapat sampai di Surabaya dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru yang telah mendukung dan memberikan motivasi juga kepada Litbang PPPK Petra yang telah memberikan pelatihan sehingga kami dapat memperoleh hasil yang terbaik di OSN 2014.

osn2.jpgosn1.jpg

Finally... We Won the Champions Trophy!

Cerita ini dimulai sejak awal tahun ajaran 2013/2014, saat kami diterima menjadi anggota club debat bernama MDC (Maprada Debate Club). Sejak awal tahun ajaran, kami (Erick, Hanna, Felicia, Elisabeth, Gabriela, Leoni) cukup aktif mengikuti lomba-lomba debat bahasa Inggris yang diadakan oleh berbagai universitas, tetapi kami belum berhasil membawa satu pun piala. Sampai akhirnya pada tanggal 9-10 Juni 2014, ketika mengikuti lomba debat di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, kami berhasil menorehkan prestasi.

Hari pertama, kedua tim debat SMA Kristen Petra 2 mengikuti tiga babak penyisihan dengan tema debat yaitu kehidupan pernikahan. Di situ, kami dituntut untuk mendukung atau menentang lifestyle yang kontroversial dalam pernikahan, sampai kehidupan politik bernegara. Puji Tuhan, kedua tim Petra 2 pun lolos dengan menempati peringkat I dan II. Setelah merasa lega tidak tersisih pada babak awal, kami pun bersiap menghadapi quarter final; tim Petra 2A melawan SMA Citra Berkat, dan Petra 2B melawan SMA YPPI. Tema debat mulai bertambah sulit, kedua tim sama-sama dituntut untuk mendukung sebuah gerakan: apakah seorang penjahat dapat memilih hukuman mati atau penjara seumur hidup? Sekali lagi, kedua tim Petra 2 berhasil lolos untuk maju ke babak semifinal. Pada babak ini, empat tim tersisa akan memperebutkan posisi untuk lanjut ke babak grand final. Tim Petra 2A melawan SMA Gloria, sedangkan tim Petra 2B melawan SMAN 1 Surabaya. Tema debat menyangkut kehidupan remaja masa kini, dan kami berada dalam posisi mendukung hook-up culture atau yang lebih dikenal dengan one-night stand relationship. Setelah melalui perjuangan keras dan sulit, akhirnya kedua tim Petra 2 berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan melangkah ke grand final.

Oh my God... kedua tim Petra 2 harus saling berhadapan satu sama lain! Tema debat mengenai politik: apakah sesuai dengan nilai-nilai demokrasi jika membiarkan rakyat memilih pemimpin fundamentalis yang kuat daripada pemimpin demokrasi yang lemah? Tim Petra 2A mendapat opsi mendukung, sedangkan tim Petra 2B menolak. Dari seluruh tema, tema inilah yang paling sulit. Kedua tim bertarung cukup sengit pada babak puncak ini, kami berusaha semaksimal mungkin. Meski sudah berjuang habis-habisan... namun kami harus tetap bersabar untuk menunggu keputusan juri yang baru diumumkan pada hari Sabtu.

Pada tanggal 14 Juni 2014, panitia lomba dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya melangsungkan acara pengumuman di food festival. Saat pengumuman, kami semua nervous dan tidak sabar mendengarkan hasilnya. Dan akhirnya... MC acara mengumumkan bahwa tim Petra 2A meraih Juara II dan tim Petra 2B meraih Juara I. Kami semua merasa senang karena telah berhasil meraih gelar juara di perlombaan kali ini. Terima kasih buat bapak dan ibu guru yang telah mendukung, dan terima kasih Tuhan untuk prestasi ini...!

champions_trophy.jpg

boost the values reap the success