| |

Pengalaman Kami di Geolympic ITS

GEO1

Geolympic adalah sebuah lomba tahunan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geomatika ITS untuk siswa SMA/MA sederajat di seluruh Indonesia. Kami, Christopher Wilbert (XIIA4/6), Eillen Theodora (XIA3/10), dan Vincent Sean Farrell (XIIA1/32) berhasil meraih prestasi sebagai juara pertama pada lomba Geolympic tahun ini. Pada awalnya, kami memperoleh informasi mengenai lomba ini dari media sosial Instagram, dan kami pun tertarik mengikutinya. Terlebih lagi karena tidak sering diadakan lomba kebumian, sehingga ketika ada lomba kebumian, kami langsung mengikutinya.

GEO2

Geolympic tahun ini dimulai dengan babak penyisihan online pada tanggal 13 Oktober 2019, diikuti oleh sekitar 100 tim, dimana pada saat itu kami mengerjakan penyisihan bersama-sama di kediaman salah satu anggota kami, yaitu Eillen Theodora. Selanjutnya, setelah melalui tahap penyisihan dan diumumkan lolos ke semifinal, kami mengikuti babak berikutnya berupa rally game di Fakultas Geomatika ITS, Surabaya pada tanggal 2 November 2019. Babak semifinal diikuti oleh 20 tim yang lolos seleksi online. Dalam rally game, kami harus mencari pos-pos di seluruh kawasan ITS, dan di pos-pos tersebut terdapat soal-soal astronomi, kebumian, geografi, fisika, matematika, serta pengetahuan umum. Banyak hal berkesan terjadi selama melakukan rally game tersebut, seperti anggota tim kami jatuh tersandung parit dan anggota lainnya tertusuk jangka. Kami juga bertemu dengan kompetitor kami yang sangat berat yaitu seorang anak Pelatnas 2 Matematika dan Pelatnas 3 Astronomi. Kami sangat lelah pada akhir hari itu. Namun kami merasa sangat lega dan senang ketika kami diumumkan lolos ke babak final dengan peringkat 2!!!

GEO3

Babak final lomba ini diadakan tepat esok harinya pada tanggal 3 November 2019. Babak final yang diikuti oleh 6 tim ini terdiri dari 2 sesi cerdas cermat, dengan masing-masing sesi diikuti oleh 3 tim, sementara 3 tim lainnya menunggu di ruangan terpisah secara bergantian. Cerdas cermat berlangsung cukup sengit dan seru, dan puji Tuhan kami berhasil lolos ke babak Grand Final, yang juga diadakan pada hari itu juga, dimana 3 tim terbaik dari babak final akan melakukan presentasi di depan dosen-dosen geomatika. Dalam presentasi itu, kami mendapat topik mengenai pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia ditinjau dari segi sosial, geologi, geografi dan ekologi. Kami diberikan waktu 15 menit sebelumnya untuk mencari dan menyusun informasi-informasi yang akan kami sampaikan. Ketika waktu untuk mengumpulkan informasi telah habis, kami pun memulai presentasi secara bergantian dengan bagian masing-masing. Kami mulai menjabarkan mengenai bahan presentasi kami. Pada saat presentasi, kami merasa gugup, tetapi kami tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik. Setelah itu, kami diberi beberapa pertanyaan oleh dosen berkaitan tentang topik-topik yang kami presentasikan. Kami berusaha semaksimal mungkin dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dan akhirnya, sesi tanya jawab pun berakhir dan kami diberi kesempatan untuk istirahat. Saat istirahat, kami berfoto di depan sedangkan para dosen berdiskusi untuk menentukan pemenangnya.

Setelah sekian lama menunggu, dengan rasa bosan sekaligus tegang, tibalah saatnya pengumuman para pemenang. Detak jantung berdebar dengan sangat kencang, mulai dari pengumuman juara ketiga, nama kami belum disebut, hingga juara kedua dibacakan, nama kami juga belum disebut, pada saat itulah kami merasa sangat senang dan bahagia karena hanya tersisa juara pertama. Puji Tuhan akhirnya kami dibacakan sebagai juara pertama, yang awalnya kami tidak pernah menduga mendapatkan juara. Selain itu kami mendapatkan souvenir berupa foto candid kami yang dipigura J

Kami sangat bersyukur terutama kepada Tuhan yang sudah memberkati dan menyertai kami dari awal hingga akhir lomba ini. Selain itu kami juga berterima kasih kepada Kepala sekolah,Bapak dan Ibu guru yang telah membina kami selama ini. Akhir kata, kami ingin berpesan kepada teman-teman untuk selalu berusaha dan pantang menyerah karena bersama Tuhan, tidak ada usaha yang sia-sia.

Oleh:

  • Eillen Theodora XIA-3/10
  • Vincent Sean Farrell XIIA-1/32
  • Christopher Wilbert XIIA-4/06

Olimpiade Kimia Unesa 2019

kmia unesa2Olimpiade Kimia Unesa merupakan lomba tingkat nasional dalam bidang kimia yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) setiap tahun. Kami berdua, Winston Cahya (XIIA7) dan Ivan Candra Gunawan (XIA4) dari SMA Kristen Petra 2 berhasil meraih prestasi sebagai juara pertama dalam lomba ini.

Lomba ini terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap penyisihan, semifinal, dan final. Tahap penyisihan dilaksanakan pada tanggal 22 September 2019 dengan mengerjakan 50 soal. Kami lolos dan lanjut ke tahap semifinal. Tahap semifinal dan final dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2019 di gedung FMIPA UNESA. Pada tahap semifinal, setiap tim mengerjakan 5 soal uraian dalam waktu 90 menit. Setelah mengerjakan soal tahap semifinal, kami menunggu hasil siapa 5 tim yang lolos ke tahap final. Puji Tuhan, tak disangka-sangka kami dapat lolos ke tahap final.

Di tahap final, tantangan semakin sulit dan kami harus menjalani 4 babak. Babak yang pertama adalah babak praktikum, setiap peserta dari masing-masing tim mengambil undian untuk menentukan tema praktikum yang akan dikerjakan. Kami mendapat tema praktikum tentang uji iodoform pada beberapa senyawa organik. Setelah praktikum, setiap tim harus mempresentasikan hasil praktikum yang didapat kepada para dewan juri. Babak yang kedua adalah babak tebak konsep pada babak ini kami diminta menebak suatu jawaban dengan bantuan maksimal 3 petunjuk yang berhubungan dengan jawaban tersebut. Babak yang ketiga adalah babak cerdas cermat yang berhubungan dengan perhitungan-perhitungan kimia dan juga pengerjaan soal secara estafet sehingga diperlukan kerja sama yang baik. Pada babak terakhir, setiap tim diharuskan mempertaruhkan minimum 50% nilai yang telah didapat dari babak-babak sebelumnya dan semua tim termasuk tim kami memilih hanya mempertaruhkan 50%. Tetapi tidak ada satu timpun yang dapat menjawab soal taruhan ini dengan benar.

kimia unesa3

Hasil nilai langsung diumumkan setelah babak ini dan Puji Tuhan, kami berhasil meraih juara 1. Kami sangat bersyukur atas penyertaan Tuhan sehingga kami dapat menjalani lomba ini dengan baik, dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kepala SMA Kristen Petra 2, guru, orang tua, dan teman-teman kami. Pesan kami untuk teman-teman yang sedang berjuang dalam hal apapun itu, selalu andalkan Tuhan dan jangan pernah berputus asa jika mengalami kegagalan, karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.

By : Ivan Candra Gunawan (XIA4)

Maze

maze

Pada kesempatan kali ini kami akan bercerita tentang pengalaman kami saat mengikuti lomba MAZE. Sebelumnya izinkan kami memperkenalkan diri kami. Kami dari team Jaguar yang beranggotakan Nixon Benedict  kelas  XIIA 7,Richard Owen kelas XIIS 2, Jesselyn Felia kelas XIA 2 .

Hari pertama dan kedua lomba MAZE merupakan lomba rally games yang diadakan di Food Junction. Meskipun tantangan berat yang harus kami  hadapi,Kami tetap berjuang sekuat tenaga untuk lolos ke babak selanjutnya, setiap pos yang kami lewati banyak memberikan pengetahuan tentang Marketing. Awalnya kami sedikit ragu kami bisa lolos ke babak selanjutnya karena kami mendapatkan banyak kecurangan dari tim tim lawan, tetapi karena kami mengawali dan mengakhiri perjuangan kami dengan DOA akhirnya kami bisa lolos ke babak selanjutnya dengan nilai tertinggi.

Hari ke-tiga adalah hari yang cukup menegangkan bagi kami karena setiap tim akan melakukan debat. Pada awalnya, kami bingung mempersiapkan topik debat karena menurut kami topik debat kami cukup susah. Tetapi kami tidak menyerah, dari topik yang susah tersebut kami menjadi lebih semangat untuk mempersiapkan debat kami, maka dari itu tim kami berhasil lolos ke babak selanjutnya.

Hari terakhir merupakan hari yang paling menegangkan bagi setiap tim karena semua tim akan melakukan presentasi dengan topik yang telah ditentukan. Pada awalnya kelompok kami sempat patah semangat. Disaat yang paling terpuruk ini kami berusaha saling menguatkan satu sama lain dengan cara berdoa bersama. Setelah itu semangat kami kembali dan saat kami maju untuk melakukan presentasi, puji Tuhan kami bisa melakukan presentasi kami dengan sangat baik dan mendapat tanggapan positif dari semua juri dan semua peserta yang akhirnya menuntun kami menjadi juara.

Dari lomba ini, kami mendapatkan banyak hal seperti harus kompak, kerja keras ,dan jangan lupa berdoa. Kami berterimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menyertai langkah kami dari hari pertama hingga akhirnya berhasil memenangkan Juara Pertama di lomba MAZE 2019 yang merupakan tahun kedua SMA Kristen Petra 2 memenangkan juara 1 secara berturut turut.

By Nixon Benedict, Richard Owen, Jesselyn Felia.

Belajar dari Kegagalan

OMITS 19Olimpiade Matematika ITS (OMITS) adalah kompetisi matematika beregu yang diadakan Institut Teknologi  Surabaya  dan merupakan salah satu dari kompetisi matematika tingkat nasional terbesar di Indonesia dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan. Kami, Jonathan Christian Nitisastro dan Rivaldo Billy Sebastian dari SMA Kristen Petra 2 berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi ini padahal tahun lalu, kami juga mengikuti OMITS 2018 namun gagal meraih juara.

OMITS 2019 terdiri dari 3 babak, dimulai dari babak penyisihan pada Minggu, 4 Agustus 2019. Babak penyisihan berupa pengerjaan 40 soal pilihan ganda dan 10 soal isian singkat dalam 2 jam.  Puji Tuhan, kami dapat lolos ke babak selanjutnya, walaupun dengan nilai yang pas-pasan. Setelah melihat hasil penyisihan, kami cukup terpukul dan akhirnya menyiapkan strategi untuk babak selanjutnya, karena kerja sama adalah hal yang paling penting dalam kompetisi beregu ini.

Babak berikutnya adalah Semifinal pada Sabtu, 23 Agustus 2019. Pada Semifinal ini, terdapat dua babak yaitu babak individu dengan peserta mengerjakan soal secara individu selama 90 menit dan nilainya akan di rata-rata dan babak Games dengan setiap tim akan mengerjakan soal sekaligus mengumpulkan poin games. Puji Tuhan, kami bisa melewati babak semifinal ini dengan hasil yang baik dan dapat lolos ke babak final beserta 9 tim terbaik lainnya.

OMITS 19B

Babak Final diadakan keesokkan harinya, yaitu pada Minggu, 24 Agustus 2019. Babak Final ini terdiri dari babak pengerjaan 3 soal selama 1 jam yang kemudian pengerjaan akan dipresentasikan di depan juri. Kurangnya kerja sama dalam babak ini menjadi penyebab kegagalan kami tahun lalu, sehingga kami pun menyiapkan strategi lebih baik dalam pembagian pengerjaan soal sekaligus presentasi agar tidak mengulang kejadian yang sama. Setelah melewati babak Final yang menguras tenaga ini, kami mengikuti seminar matematika sekaligus menunggu pengumuman yang akan diadakan di gedung Sawunggaling, di belakang Balai Kota. Dan akhirnya, setelah mengikuti rangkaian perlombaan dan acara OMITS ini, pengumuman juara dibacakan dan Puji Tuhan, kami berhasil meraih juara 1 sekaligus membalas lunas kekalahan kami tahun lalu. Kami sungguh bersyukur atas penyertaan Tuhan sekaligus mengucapkan terima kasih atas dukungan guru-guru dan teman-teman kami. Dari sini, ada pelajaran yang kami dapat yaitu kegagalan bukanlah akhir, namun menunjukkan bahwa ada yang harus diperbaiki dalam hidup kita agar menjadi lebih baik sekaligus betapa pentingnya kerja sama dalam sebuah tim. By Jonathan Christian Nitisastro kelas XII Ipa 2

Lomba Debat Global Grand Rotary 2019

 Lomba Debat

Pada tanggal 27-28 Juli 2019, telah diselenggarakan lomba debat Global Grant Rotary oleh Rotary Foundation. Lomba debat ini dapat diikuti seluruh murid SMA dari provinsi Jawa Timur. Pada lomba ini, sekolah kami mendapat kesempatan untuk memenangi Juara 1. Kami bertiga yang terdiri dari Jeremy Amadeus (XIA3), Nadya Cristabella (XIA3), dan Nathasya Josephine (XIA4) telah berhasil memberikan prestasi terbaik untuk sekolah.

Ketika hari Sabtu tiba, kami merasa sangat khawatir akan lomba tersebut. Maka, sebelum lomba dimulai kami melakukan doa bersama. Setelah melewati beberapa babak lomba, maka pengumuman kelompok yang akan masuk ke quarter finalpun diumumkan. Pada detik-detik itu lah, kami mulai merasa gugup. Tak disangka, Nathasya memenangkan undian buku dan Nadya mendapatkan gelar top 10 best speaker. Setelah kelompok kami masuk ke quarter final, kami memutuskan untuk berlatih lebih giat lagi sesudah lomba. 

boost the values reap the success